Koordinator: Siaran di Analog dan Digital

Akhirnya, terjawablah pertanyaan saya. Ya, ini tentang UBTV. Seperti yang pernah saya tulis, UBTV mendadak muncul di analog 51 UHF Malang Raya. Apa jawaban yang saya dapatkan itu?

Koordinator UBTV ternyata menjadi dosen pengampu salah satu kelas saya. Seusai kelas, saya langsung bertanya tentang frekuensi manakah yang digunakan oleh UBTV. Ternyata, menurut beliau, “untuk sementara ini kita menggunakan dual, jadi siaran di analog dan digital”.

Sejujurnya, agak sedikit kejutan, karena katanya frekuensi analog di Malang sudah habis, tapi ternyata UBTV masih dibolehkan melaksanakan penyiaran di analog, walaupun izinnya digital. Secara faktual, UBTV memang bisa ditangkap dari rumah saya yang panjang lintasannya adalah 8 km dari UB (saya kurang tahu berapa jarak garis lurusnya, mungkin 6 atau 7 km). Kalau dulu saya sebut hitam putih, buram, tapi bersuara jelas, akhir-akhir ini malah buram sama sekali walaupun samar terlihat.

Untuk digital, saya kurang tahu. Dari penelusuran saya di internet, belum ada data yang menyebutkan digital di Malang (disebutkan Jalan Soekarno-Hatta, jalan utama di Malang yang bisa menjadi akses masuk ke kawasan kampus UB, sebelum ditutupnya pintu gerbang UB-Suhat) bisa menangkap UBTV. Rata-rata hanya menulis digital UHF 30, 43, dan 45 (dengan salah satu di antaranya memuat stasiun televisi baru, BBS TV). Kanal digital 51 masih belum ditangkap oleh para pemilik STB DVB-T2. Saya sendiri belum bisa melakukan verifikasi atas data-data ini, karena saya sendiri belum memiliki fasilitas STB DVB-T2 ini. Tulisan tersebut saya temukan beberapa waktu lalu.

Saya ingin menelusuri lebih dalam tentang UBTV ini, karena koordinator (pada saat kelas) mengatakan bahwa orientasi layanan UBTV adalah untuk publik/mahasiswa Brawijaya dan bukan sebagai “corong pemerintah” atau, dalam kawasan kampus, bukan sebagai “pembela” rektorat. Seakan digolongkan dalam LPPL, walaupun LPK. Doakan saja lancar :)

About these ads

31 thoughts on “Koordinator: Siaran di Analog dan Digital

  1. Nusa TV Jogja memakai frekuensi Magelang, dan mengantongi ijin di Magelang… Nusa TV bersiaran di Magelang dan Jogja.. berpusat di Magelang.. karena di Jogja hanya Stasiun Relay saja…

    • Nah, mestinya di Jogja itu harus izin baru, karena induk maupun relay harus ada izinnya semua. Kalau memang KPID beri izin, berarti (mungkin) ada pengecualian. Tapi kalau Nusa TV itu ternyata tidak ada izinnya, berarti KPID Jogja mulai tumpul seperti KPID Jawa Timur

      • udah ijin di Jogja mas.. dan KPID menyarankan untuk pindah ke Magelang mas, katanya yang tersisa dan bisa mengudara di Jogja dengan ijin pembangunan stasiun relay.. seperti TATV Solo mas yang berpusat di Solo, tetapi memiliki 3 Stasiun Relay… Emang boleh ya mas? hanya dengan satu frekuensi isa sampai hampir 75 % wilayah Jateng.. di Semarang aja nyampe mas..

      • Wah, saya sejujurnya kurang paham dengan peta televisinya Jawa Tengah dan Jogja, karena dari dulu Jogja sudah dinyatakan habis, jadi satu-satunya jalan ya cuma Solo dengan power besar, mungkin Magelang juga bisa tapi saya belum pelajari geografisnya apakah benar-benar memungkinkan dari Magelang tembus ke Jogja. Tapi kalau bisa dengan cara seperti itu (bikin pusat di luar kemudian bangun relay di Jogja), mungkin ada aturan yang berbeda yang diterapkan KPID. Tapi harusnya aturannya di mana-mana ya sama semua, seharusnya

      • Kalau menurut aturan kan Solo malah frekensinya sama persis mas sama Jogja.. TATV Surakarta saja sebenarnya memakai saluran wilayah Magelang. sehingga TATV memiliki 3 Pemancar Relay (Gunung Patuk, Salatiga dan kalau gak salah Temanggung. Jadi sesuai visinya bisa di tangkap di wilayah eks Karesidenan Surakarta, dan menurut aturan bisa juga di tangkap di seluruh Wilayah eks Magelang. Cakupan wilayah TATV (timur sampai Ngawi, barat sampai Wonosobo, selatan Jogja, Utara sampai Semarang & Pati)

      • Saya baru pelajari KM 76/2003 lagi, Jogja-Solo itu satu, tidak terpisah. Yang saya pelajari juga, Magelang-Salatiga-Temanggung juga satu. Kalau TATV punya stasiun relay di Magelang dan Temanggung kok rasanya aneh ya…
        Saya pelajari geografisnya lewat peta, harusnya Magelang bisa ditembus dari Jogja dan sebaliknya. Tapi kalau pemancarnya di Temanggung, sepertinya tidak bisa tembus ke Jogja, hanya sampai Magelang. Bisa jadi Nusa TV yang ditangkap di Jogja itu sebenarnya berasal dari Magelang, bukan Jogja asli seperti RBTV atau AdiTV atau Jogja TV yang memang di Jogja langsung. Tapi ya saya tidak tahu lagi, kan saya bukan penduduk Jogja, ini sekedar hasil melihat peta. Boleh dikoreksi analisa saya :)
        Kalau dilihat dari geografis dan KM 76/2003, rasanya “memanipulasi” Jogja itu mudah, karena semuanya saling dukung. Dari Purworejo seharusnya bisa tembus ke Jogja, Magelang bisa tembus ke Jogja, kemudian Jogja sendiri, jadi harusnya Jogja bisa dapat banyak TV
        Saya bandingkan antara transmisi INDOSIAR dan KM 76/2003 kok jauh sekali bedanya. INDOSIAR cukup dengan 4 pemancar sudah bisa menjangkau 90% Jawa Tengah+Jogja. Di KM 76/2003 Jawa Tengah dibagi jadi 7 + Jogja 1, total 8 wilayah dan itupun tidak semuanya (yang diatur KM 76/2003) terjangkau, hanya sekitar 80% Jateng+Jogja

    • Kalau menurut peta sih iya mas.. tapi kondisi magelang kan berbukit dan bergunung mas.. jadi agak susah menembusnya… kebanyakan dulu sebelum ada TV lokal banyak masyarakat magelang menggunakan parabola… seperti halnya masyarakat Salatiga… yang juga berbukit…
      Salatga biasanya dapat dari Semarang, tapi TATV kan tidak punya ijin di Semarang, jadi membangun relay di Salatiga…
      Pemancar dari Jogja hanya mencakup sebagian wilayah magelang… dan pemancar dari Salatiga juga hanya bisa mencakup sebagian kota Magelang…
      Berarti TATV membangun stasiun Relay di area Magelang ya mas.. berarti masih sesuai dengan ijin ya mas…?
      Makasih mas atas infonya…
      Kalau di Semarang tidak ada penambahan Stasiun TV dan hanya Cakra TV yang masih kokok jadi TV Semarang…
      Kalau di wilayah Pati sudah mulai bertambah walau masih taraf uji pemancar… (kata temen saya..)

      • Maksud saya pemancar TATV juga ada di gunung patuk mas… Pemancar Nusa TV juga ada di Gunung Patuk.. kalau di Magelang sendiri malah belum ada tuh B Channel, karena saudara saya yang dari Magelang tidak menemukannya..

  2. Update Lagi : Bundesliga di TVB Semarang diacak, kalau di TV-TV lokal jaringan KOMPAS yang lain masih menyiarkan program tersebut. TVB Semarang untuk sementara waktu hanya menayangkan iklan dan lagu campursari.

  3. Update : Pas iklan di Makassar TV, diakhiri dengan credit title logo Makassar TV menggunakan logo KOMPAS, sedangkan logo Makassar TV di kiri atas masih menggunakan logo aslinya.

  4. Update : (sepertinya udah lama) Presenter STV yaitu Frisca Clarissa bergabung dengan KOMPAS Palmerah. Soalnya liat di kompas update, dan kompas pagi.
    Kabar lagi dari STV nih… STV Tadi pagi sebelum acara parahyangan pagi STV menampilkan Station ID yang 2 menit (yang kata2 “… manuk dadali, manuk pang gagahna, perlambangsakti indonesia jaya..”-nya diulang 2 kali) yg sama dengan station ID setelah indonesia raya.

  5. Brur dave tny dunk….diKediri dan sekitarny Net. Dan kompastv apa sudah mengudara????penasaran neh soalnya klo pas plgkampung engga bs nnton siaran tv ny

  6. Ohhh…really???tp knp di daerah kandangan kasembon engga bisa yah…signal ala kurang kuat??weww…too bad…pdahal pengen liat Net. Sm kompastv

    • Saya kurang yakin Kasembon bisa ditembus. Kalo Kasembon barat sepertinya masih bisa, masih belum “di balik gunung” soalnya. Tapi kalau di Kandangan ngga ada, ya berarti sinyalnya terlalu lemah. Saya di Pare aja agak susah dapat NET., di Kota Kediri aja ngga terlalu bagus sinyal dan gambarnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s