Merger Atau Akuisisi?

Tiba-tiba beredar berita bahwa SCTV akan segera menjadi “kakak” dari INDOSIAR. Tapi, banyak “pertentangan” dalam proses “bersatunya” kedua channel televisi itu.

INDOSIAR pertengahan Februari menyatakan siap untuk merger dengan SCTV. Beberapa waktu kemudian SCTV juga mengumumkan akan segera menyatukan diri dengan INDOSIAR. Tapi masalahnya, merger adalah penggabungan dua usaha menjadi satu, sedangkan hal itu tidak boleh terjadi di perusahaan media karena artinya sebuah media akan ditutup dan menghilangkan hak masyarakat untuk mendapatkan informasi (atau begitulah kira-kira, saya juga lupa hehe)

Yang boleh terjadi di industri media adalah akuisisi. SCTV-INDOSIAR menjelaskan bahwa mereka akhirnya berakuisisi. Tapi, lagi-lagi pihak penguasa sepertinya tidak ikhlas SCTV dan INDOSIAR “sepayung”. Kali ini alasannya karena Emtek (EMTK) sudah punya dua TV, yaitu SCTV yang mengudara nasional dan O Channel di Jakarta. Padahal ada group lain yang jaringannya lebih “heboh”, yaitu MNC dengan RCTI, MNC TV, globaltv, dan kemudian SUN TV yang “mengepalai” 14 TV lokal (itu dulu, sekarang waktu saya menulis ini jadi 13, yang lepas TV3 Tangerang). Belum lagi MNC Channels yang ada sekitar tujuh atau delapan.

Untuk alasan yang sama, ada juga TRANS Corp. dengan TRANS TV dan TRANS|7. Kemudian juga Viva dengan antv dan tvOne. Jadilah saya bingung kenapa saya jadi punya kesan ketika SCTV dan INDOSIAR akan menyatu malah dihalang-halangi.

Kalau alasannya sekarang untuk menjaga diversity of ownership dan diversity of content, saya rasa dua-duanya sudah jalan. MNC, Viva, TRANS Corp, dan EMTK punya owner yang berbeda. Kontennya juga sudah beda. Contoh di MNC, RCTI untuk keluarga menengah (atau anggaplah seperti itu), MNC TV untuk menengah ke bawah, globaltv untuk menengah ke atas, dan SUN TV untuk atas. Kemudian di Viva, antv untuk general entertainment dan tvOne untuk news and sports. Di TRANS juga, saya sulit menjelaskannya tapi jelas terlihat TRANS TV dan TRANS|7 beda pasarnya.

Jadi, pertanyaan yang menjadi judul artikel saya sudah jelas, akuisisi. Sekarang muncul pertanyaan kedua dari saya. Kalau memang tidak boleh satu owner, KENAPA TIDAK DARI DULU SAJA DITINDAK? *Capslock jebol haha*

Segini sajalah, nanti ga cukup lagi kayak yang di artikel tentang TV Lokal di Malang hehe. Begitulah pendapat saya. Mari bertukar pendapat (kalo mau sih) hohoho

14 thoughts on “Merger Atau Akuisisi?

  1. Indosiar perusahaaanny PT INDOSIAR VISUAL MANDIRI yg dpunyai oleh PT INDOSIAR KARYA MEDIKA.
    Sctv perusahaanny PT SURYA CITRA TELEVISI yg Punya PT SURYA CITRA MEDIA yg punya PT EMTEK.
    PT EMTEK pgn beli indosiar dgn cara menggabungkan PT INDOSIAR KARYA MEDIA dgn PT SURYA CITRA MEDIA.
    Yg dimerger itu parent company ny bkn stasiun tvnya.
    KPI salah kaprah, dkirany yg merger indosiar n sctv

  2. Yg dmerger itu orang tua dari perusahaannya. Bkn perusahaannya. Ngerti ga? baca deh yg bener2. Jadi PT IVM tetep punya 1 media, PT SCTV punya 1 media.

    • Nah SCM kan Surya Citra MEDIA, IDKM kan Indosiar Karya MEDIA. Jadi walaupun ga bersentuhan langsung sama TVnya tapi kan sama-sama perusahaan media, mungkin itu yang jadi pertimbangannya KPI buat ngelarang merger. Toh akuisisi tetep jalan. Ya mudah-mudahan ga bermasalah lagi karna kalo SCTV INDOSIAR masih dipermasalahin juga, aku bakal mempermasalahkan KPI (lewat pojok pengaduan di website itu) n minta buat ngebubarin semua grup-grupan yang pake sistem akuisisi itu. Yang lain boleh kok yang ini nggak. Kan aneh

  3. “Media” itu mah cuma nama. Apalah arti sebuah nama.
    Kmaren gw baca, grup2an yg sekarang ini ga boleh sama KPI.
    Tp kata gw sh ga dlarang, cuma dibatasi.
    KPI mah lembaga ga penting. Bubarin aja. Nonton tv jd byk sensorannya

    • Ya kan nunjukin kalo itu media
      Iya, mending dibatasi doang. Yang bikin TV lur negeri maju kan juga grup-grupan gitu
      Aturannya lebay. Yang ciumannya William ama Kate aja dikasih surat peringatan. Kan biasa itu sebenernya. Duuuh

    • Halo Mas David🙂
      Loh itu di-ban? Pantes ga pernah kelihatan. Kirain TV-TV lain udah ga ada anak-anaknya, semua pindah ke Spacetoon. Eh di Spacetoon ga ada juga ternyata
      Tapi di negara asalnya itu emang buat anak-anak atau ngga? Takutnya kaya Shinchan yang 15+

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s