Ketika TV Menyiarkan “Opening Ceremony of The 26th SEA Games”, Palembang, Indonesia

Menyenangkan rasanya melihat Indonesia bisa menyelenggarakan acara yang luar biasa setelah perayaan 1 Abad Kebangkitan Nasional pada 2008 lalu, yang lisensinya didapatkan TRANS Corp. dan disiarkan di seluruh TV nasional. Tahun ini, Indonesia punya acara Upacara Pembukaan SEA Games ke-26 yang berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang.

Saya harus sampaikan apresiasi tertinggi saya kepada Kompas Gramedia Production dan KOMPAS Content Provider yang telah membuat acara yang luar biasa megah itu. Konsep acara yang mereka desain sangat luar biasa dan saya yakin acara ini bisa mengangkat citra Indonesia di mata internasional, setidaknya di tingkat ASEAN. Katanya, acara ini disiarkan di 30 TV di 11 negara. Jadi, benar-benar berhasil mengangkat citra Indonesia di ASEAN.

Sayang saya belum bisa bilang acara ini sempurna. Saya tidak bisa menyalahkan cuaca untuk ketidak-sempurnaan itu. Tapi, yang bekerja di bagian switch kamera kurang “sensitif” dengan kondisi di lapangan. Sebenarnya api obor itu sudah mati di jalan. Ya setidaknya kamera yang bisa terbang bebas itu dikendalikanlah supaya tidak terlalu dekat dengan si pembawa obor, atau ganti saja ke kamera lain yang mengesankan obor itu menyala.
Yang kedua, masalah obor lagi. Ketika Susi Susanti terbang membawa obor itu, ternyata obor itu mati lagi. Herannya, bagian pengarah dan pengganti tetap menggunakan kamera yang sama. Andaikan obornya menyala dan semua berjalan lancar memang akan bagus. Tapi kan sudah kelihatan kalau obornya mati, mestinya diganti saja dengan kamera lain. Setidaknya tidak akan terlalu nampak kalau Susi Susanti tidak berhasil melempar obornya ke arah yang benar.

Tapi sekali lagi saya salut dengan apa yang sudah dilakukan oleh panitia. Di bagian pembuka sampai tengah acara boleh dibilang tidak ada gangguan. Acara, jangan tanya, banyak apresiasi yang mengalir (walaupun ada juga yang salah mengalamatkan apresiasi itu). Tapi, saya berharap nanti kalau ada pidato penutupan, mikrofon yang digunakan untuk pidato bisa menyala dengan benar, tidak seperti kemarin.

Sekarang, mari kita beralih ke TV yang menyiarkan Upacara Pembukaan SEA Games ke-26

Kita mulai dengan yang sudah “berjuang” memenangkan hak siar SEA Games, MNC Group dengan RCTInya. Saya berharap RCTI bisa menjaga kepercayaan pemirsanya dengan tidak menyiarkan iklan di tengah acara itu. Tapi ternyata tidak. Hanya beberapa saat setelah Indonesia Raya, muncullah iklan di layar si Rajawali. Kalau sudah canggih, pendeteksi jumlah penonton TV itu pasti akan menunjukkan grafik penurunan yang tajam segera setelah iklan dimulai. Benar-benar mengecewakan, seperti yang biasa saya rasakan kalau menonton acara seperti ini di RCTI.

Parahnya, ternyata RCTI menunda penayangan bagian akhir dari acara itu. Walaupun ditunda sekitar 3 atau 4 menit (atau mungkin lebih), tapi tetap diberi label “LANGSUNG”. Saya heran, bagaimana bisa ada TV yang siaran dengan cara yang seperti ini. Tapi itulah masalahnya, memang ada TV yang siaran dengan cara ini. Kekecewaan saya berganda lagi.

Tapi untunglah sejak awal saya merencanakan untuk menyaksikan acara ini di TVRI. Memang tidak salah kalau saya mencintai TVRI (untuk penyiaran acara seperti ini). Dengan parabola berbayar yang saya miliki, makin menyenangkan untuk menyaksikannya karena gambarnya cukup jelas karena sinyal yang baik (ya walaupun gambarnya pecah, piksel gambarnya tidak serapat di RCTI).

Seperti biasa, yang namanya TVRI, seperti “TV negara” yang ada di negara berkembang, akan ada banyak komentar yang disampaikan. Tapi komentar yang disajikan pada malam itu sangat sesuai dengan yang harus disampaikan. Tidak seperti komentar di RCTI yang berbentuk dialog dan sedikit “ke sana kemari”. Yang menyenangkan lagi, TVRI tidak menyiarkan iklan (seperti biasanya). Saya yakin sekali kalau alat pendeteksi penonton yang canggih itu ada, grafik penonton TVRI pada malam itu akan meningkat tajam sebagai imbas dari iklan yang ada di RCTI. Bahkan ketika saya harus keluar rumah sebentar dengan terpaksa karena sesuatu hal, saya melihat TV tetangga yang biasanya menayangkan sinetron itu berubah menjadi pembukaan SEA Games. Tidak ada yang menonton RCTI, semua menyaksikan melalui TVRI. Sebuah pemandangan yang luar biasa yang akan jarang sekali saya temukan pada malam lain ketika tidak ada acara besar seperti ini.

Jadi, bisa dibilang TVRI menang pada malam itu. Dan bagi pemasang iklan dan RCTI sendiri, sepertinya malam itu adalah malam yang terhamburkan, karena hampir tidak ada yang melihat RCTI. Kesimpulannya, RCTI hampir tidak dapat penonton, dan yang memasang iklan juga hampir tidak mendapat manfaat dari memasang iklan pada malam itu.

Demikian. Mari kita tunggu kejutan apa yang akan muncul di Upacara Penutupan SEA Games Ke-26 pada tanggal 22 November nanti.

29 thoughts on “Ketika TV Menyiarkan “Opening Ceremony of The 26th SEA Games”, Palembang, Indonesia

  1. Yg paling ngeselin tuh pas RCTI byk bgt iklan, untung aj ad Tvri. Tp channel mnc sport d indovision katanya gada iklan. RCTI sh ga rugi nayangin iklan, yg rugi pemasang iklan, gada yg liat iklanny. Walaupun rcti gada penontonny, duit iklan tetep msk

    • iya. apalagi pas lagi klimaksnya tiba2 iklan. Dan kadang2 tvri disini sinyalnya acakadul gitu… yah jadi curhat deh hehe.. TVRI selama 3 jam lebih itu gak nayangin iklan.. hebat.

      Terus yang juga malu-maluin pas susi susanti mau masukin api ke menara api, meleset. Untung aja apinya nyala otomatis… Tapi ya tetep keren kok.

      • Ya TVRI kalo masalah sinyal udah terkenal hehehe. Seharusnya TVRI kalo profesional orang-orangnya keren lho. Breaking News mestinya TVRI yang menang, apalagi kalo masalah teror atau bencana alam. Kalo TV berita swasta kan masih berat sama iklan n infomercial, terutama kalo Breaking News pas Minggu pagi, kalah sama yang jualan rumah hehe
        Kalo yang itu andai diambil dari jauh pasti keren. Di mana-mana kan apinya selalu nyala otomatis jadi kalo ada kesalahan teknis kaya Susi Susanti kemarin ngga masalah. Itu kan acara negara, biasanya acara negara ngga bole ada yang telat, apalagi buat kepentingan internasional

    • Mmm ternyata MNC Sports ga ada iklan ya. Bagus bagus…
      Ya secara citra kan rugi. Nanti pas Closing Ceremony pasti orang bakal bilang “udah ga usah nonton RCTI. Kebanyakan iklan. Mending TVRI”. Jadi walaupun secara bisnis RCTI untung tapi di pasar penonton TV, RCTI udah kalah dari awal

  2. Padahal ni acara bgs tp krn kurang latian jd byk kritikan. Ad yg bilang narinya ga rapi, angle camera jelek, mic mati, obor mati, katanya pake teknologi BPPT tp tetep aja ujan. Dan yg seperti semua org bilang, penyalaan api susi susanti yg paling malu2in. Gw udah nyangka ko bakalan dikritik, soalnya dr gladi resik penyalaan apiny udah kaya gitu

  3. Msih mending susi susanti gak pas nyalain obornya scara dia pemain bulu tangkis bukan lempar lembing
    lbih malu-maluin klo RCTI sukanya iklan terus!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s