Closing Ceremony of The 26th SEA Games, Jakarta-Palembang, Indonesia

Setelah 11 hari (atau lebih, karena sepakbola sudah dimulai sebelum upacara pembukaan), akhirnya South East Asian Games (SEA Games) ke-26 berakhir. Berakhirnya pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara ini ditandai dengan sebuah upacara penutupan yang besar.

Kali ini KOMPAS lebih menekankan sebuah perayaan, sehingga acaranya tidak dibuat se-“wah” pembukaan. Tapi harus saya akui bahwa acara ini benar-benar luar biasa, dengan catatan.

Secara alur cerita acara ini sangat luar biasa, seakan benar-benar menggambarkan sebuah perpisahan yang berat dilakukan, namun harus dilakukan karena kita harus melaksanakan SEA Games berikutnya di Myanmar. Tata urutan acara ini sangat bagus, terbukti dari banyaknya apresiasi yang ditulis di berbagai sosial media. Sepertinya tidak perlu diragukan lagi, untuk urusan seperti ini, KOMPAS bisa diandalkan.

Secara teknis, semua boleh dibilang berjalan lancar, dan sangat pantas untuk mendapat gelar “acara besar”. Sayangnya ternyata tetap saja hujan (walaupun tidak deras karena katanya pawang hujan sudah ditambah 2 lagi). Tapi ini tidak menghalangi jalannya upacara penutupan ini. Hanya saja, saya agak sedikit menyesal melihat artis-artis yang tampil menyanyi di sana di bagian akhir kebanyakan lipsync. Penyanyi yang bernyanyi langsung hanya penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu yang berkaitan dengan skenario dari cerita yang ingin dibuat oleh KOMPAS. Setelah lepas dari skenario, bermunculanlah penyanyi dan band lipsync. Andaikan ini bukan acara yang disiarkan ke 11 negara tentu tidak menjadi masalah. Tapi, itulah masalahnya.

Namun sekali lagi acara ini sangat-sangat luar biasa. Tampilan grafis acara ini benar-benar berteknologi tinggi. Akhirnya mikrofon yang digunakan untuk pidato bisa lancar. Kembang apinya? Jangan ditanya, luar biasa juga. Jadi, kesimpulannya, 2 acara ini (opening dan closing SEA Games) memang luar biasa, tidak ada duanya untuk tahun ini. Andaikan KOMPAS ini bukan content provider, saya bisa ikutkan acara ini di ATVDN tahun ini.

Lanjut ke broadcaster acara ini. Kita mulai dari yang sudah berjuang memperoleh lisensinya, yaitu MNC dengan RCTInya. Sepertinya RCTI tetap dengan format yang kemarin, memasang iklan di tengah acara yang jarang mampir ke negara ini (karena harus digelar bergiliran di 11 negara). Jadi, tetap saja (untuk saya) tidak menyenangkan. Namun ada satu perbaikan yang cukup, yaitu RCTI tidak menunda bagian puncak dari acara ini. Sebelumnya pada upacara pembukaan RCTI sedikit menunda bagian puncak dari pembukaan itu (yang kebetulan adalah bagian akhir dari acara). Mungkin karena puncak dari acara ini bukan bagian akhir, tapi bagian tengah, jadi penyiarannya tidak bisa ditunda. Kesimpulannya, di tengah acara ini tidak ada yang berubah. Tapi dalam hal penyiaran bagian puncak acara, ada peningkatan (walaupun sedikit).

Berikutnya, TVRI. Sayangnya saya tidak bisa menonton acara ini sejelas ketika pembukaan karena operator TV berbayar yang saya gunakan, aora, “tidak diijinkan” menyiarkan acara penutupan ini oleh INDOVISION, si empunya lisensi. Alhasil, aora harus menutup sementara siaran TVRI dengan program pengganti. Mungkin itu juga yang terjadi di TelkomVision dan operator TV berbayar lain yang tidak berada di bawah naungan MNC. Tapi beruntunglah sinyal TVRI di wilayah Malang Raya cukup baik. Menurut saya, seharusnya TVRI “kebal” terhadap kejadian yang seperti ini karena TVRI adalah TV publik yang merupakan bagian dari negara, dan menjalankannya juga pakai uang rakyat (namanya juga TV publik), maka seharusnya masyarakat bisa mendapatkan siaran TVRI secara bebas di semua platform. Saya jadi sedikit heran, kenapa hanya closingnya saja yang tidak boleh, sementara semua pertandingan utama (termasuk sepakbola) dan pembukaannya tetap “diijinkan”. Kalau ada yang punya hipotesis atau jawabannya, boleh didiskusikan.

Kali ini TVRI dalam hal komentar acara menggunakan teknik yang sedikit berbeda. Teknik kali ini lebih mengarah ke dialog. Walaupun begitu, arah pembicaraan dialog kali ini tetap tidak melenceng jauh dari acara penutupan dan mengupas tentang SEA Games 27 di Myanmar nanti. Ini sebuah poin yang bisa dijadikan nilai tambah untuk TVRI. Selain itu, TVRI juga konsisten menyiarkan acara ini tanpa iklan. Inilah kelebihan TVRI dari TV lain. Jadi untuk saya, TVRI tetap menang kalau melawan RCTI. Apalagi di malam penutupan kemarin kejadian luar biasa (semua pemirsa TV di rumah menyaksikan TVRI) terjadi lagi. Jadi dugaan saya (sedikit yang menonton acara ini melalui RCTI) terjadi lagi di lingkungan sekitar saya.

Terima kasih untuk KOMPAS dan Kompas Gramedia Production yang sudah membuat acara pembukaan dan penutupan SEA Games, yang untuk saya telah menjadi acara terbaik di tahun ini, yang tidak ada duanya. Terima kasih juga untuk TVRI yang sudah menyiarkan acara pembukaan dan penutupan secara penuh tanpa iklan. Dan untuk RCTI, terima kasih juga sudah menyiarkan acara pembukaan dan penutupan. Dan untuk penyelenggara SEA Games 26 Jakarta-Palembang, terima kasih sudah melaksanakan pesta olahraga ini dengan baik (walaupun sempat terbayangi penundaan pelaksanaan, tapi ini semua sudah bagus). Terakhir, untuk atlit Indonesia, dan untuk masyarakat Indonesia, seperti kata Rita Subowo, “selamat! Kita juara umum!”

27 thoughts on “Closing Ceremony of The 26th SEA Games, Jakarta-Palembang, Indonesia

      • semua penyanyinya lipsync termasuk paduan suaranya.
        tapi penyanyi2 di opening olimpiade musim panas/dingin semuanya lipsync kok. sea games ikut2an aja

      • kayanya yg ga lipsync tuh penyanyi cewe yg nyanyi one day in the world (bener ga judulnya).
        kalo di olimpiade sih lipsync semua.
        bocah kecil yg nyanyi di olimpiade beijing aja lipsync, dikata2in sama orang sedunia tuh, ampe masuk berita, penyanyi aslinya kurang cantik jadi diganti.
        kalo di opening olimpiade musim dingin vancouver semuanya lipsync, yg nyanyi lagu kebangsaan, yg nyanyi berdua, dll.

  1. yang paling ngeselin tuh kameranya, terbang2 ga jelas mao ngeshoot yg mana.
    bukannya ngeshoot yg lagi nari di depan, malah ngeshoot orang jongkok pake payung.
    sutradaranya payah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s