Kasta

Sekedar pendapat saja. Ini urutan yang saya buat dari melihat hasil akhir yang diinginkan pemerintah.

Untuk saya, kasta tertinggi TV kita ada di TV lokal, karena menyentuh langsung masyarakat di daerah. TV-TV ini lebih banyak punya semangat kelokalan yang tinggi.
Kasta selanjutnya adalah TV berjaringan, karena TV jenis ini tidak sepenuhnya menyentuh masyarakat suatu daerah, tapi kumpulan beberapa daerah. Walaupun demikian, tetap menyentuh masyarakat di daerah dan masih punya semangat kelokalan.
Kasta terendah adalah TV nasional. Kalau yang ini alasan saya adalah karena mereka tidak mau menuruti pemerintah. Padahal kalau TV-TV ini mau mengikuti peraturan pemerintah TV-TV ini pasti bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, TV-TV ini membuat masyarakat “penasaran” dengan wajah Jakarta, dan akhirnya datang ke Jakarta dengan “nekat” dan ujung-ujungnya hanya membuat Jakarta makin penuh sesak. Mereka ke Jakarta karena melihat “keindahan” Jakarta yang akhirnya melunturkan kebanggaan mereka terhadap daerah asalnya.

Tapi secara umum, kasta yang saya buat ini justru kebalikan dari kasta yang ada di masyarakat.
Masyarakat Indonesia kebanyakan menganggap kasta tertinggi TV di Indonesia adalah TV nasional karena dianggap memiliki kualitas yang lebih baik. Acara-acaranya punya kualitas yang jauh lebih unggul dan menarik dibanding TV lain. Kebanyakan masyarakat juga lebih bangga dengan TV nasional ketika ditanya orang “suka nonton apa?” karena dianggap telah memilih TV yang bagus.
Kasta kedua adalah TV berjaringan karena menyiarkan konten dari Jakarta dan lokalnya sedikit sehingga dianggap tidak “menurunkan” kualitas siaran dari pusat.
Kasta terakhir ada di TV lokal karena dianggap kualitasnya belum mampu bersaing dengan TV dari Jakarta. Padahal TV-TV lokal ini lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat. Hanya memang kelemahan TV-TV ini adalah modal yang kurang dan berujung pada kualitas program yang kurang bisa bersaing

Begitulah sekadar pendapat dari saya.

7 thoughts on “Kasta

  1. Mungkin banyak yang pikir kalau TV nasional acaranya lebih menghibur (karena kan ada sinetron sama olahraga), kalau TV lokal kebanyakan acaranya kan kebudayaan (walaupun gak semua sih) yang menurut mereka itu membosankan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s