Fokus pada Pilgub Jabar, KOMPAS Angkat Nama STV BANDUNG ke Nasional

KOMPAS menjadi channel yang juga diajak kerjasama oleh KPUD Jawa Barat untuk Pilgub Jawa Barat. Berkaitan dengan ini, KOMPAS memberi porsi khusus untuk pemberitaan Pilgub Jabar melalui segmen “Jabar Satu” di program beritanya. Spesial di program berita KOMPAS SIANG hari Rabu 20 Februari 2013 (saya kurang tahu jika ini juga berlangsung di program lainnya), secara khusus sang penyiar menyebut nama STV BANDUNG ketika peralihan layar dari Jakarta ke Bandung.

“Untuk informasi selengkapnya kita akan bergabung dengan (menyebut nama penyiar di Bandung) yang akan membawakan berita secara langsung dari studio STV Bandung,” begitulah kira-kira kalimat yang diucapkan Tascha Liudmila, ketika mengalihkan pemirsa ke siaran dari STV BANDUNG. Sayangnya logo STV BANDUNG tidak tayang secara nasional saat itu, tapi mengetahui KOMPAS menyebut nama STV BANDUNG sudah cukup bagi saya, saat ini.

Logo STV BANDUNG sendiri terpampang nasional ketika KOMPAS menayangkan promo tentang Pilgub Jabar. Hal ini cukup menarik karena hal ini sangat jarang terjadi. Menariknya lagi, KOMPAS menampilkan logo lokal asli STV BANDUNG, bukan logo stv hasil kreasi KOMPAS yang biru merah itu.

Hal ini memang tidak terjadi pada atv Batu ketika Pemilihan Walikota Batu Oktober tahun lalu, tapi saya berharap (walaupun kecil kemungkinannya) pada Q2 tahun ini, hal ini juga akan terjadi pada atv Batu, dan logo atv Batu naik ke nasional. Pada bulan Mei, Kota Malang akan mengadakan Pemilihan Walikota Malang.

Dan walaupun saya masih menyesalkan KOMPAS yang mengubah nama bctv Surabaya menjadi KOMPAS TV SURABAYA, tapi saya berharap logo KOMPAS TV SURABAYA akan naik ke nasional berdampingan dengan logo atv Batu pada Q3 tahun ini. Semoga saja. Saya sangat mengharapkan hal ini terjadi karena, jika saya tidak salah, pada bulan Agustus nanti Jawa Timur akan melaksanakan Pemilihan Gubernur. Semoga logo-logo lokal Jawa Timur ini akan naik ke nasional juga nantinya.

Advertisements

Coming Soon: Bloomberg Television Indonesia

Satu lagi jaringan televisi internasional akan membuka jaringan terbarunya di Indonesia. Setelah ada MTV Networks dengan MTV Indonesia dan VH1 Indonesia yang kini akhirnya ditutup, sekarang jaringan yang akan masuk Indonesia ini adalah jaringan televisi berita bisnis internasional, Bloomberg.

10 Desember 2012 lalu Bloomberg mengumumkan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan Idea Group, sebuah perusahaan di Jakarta, untuk menghadirkan Bloomberg Television Indonesia. Siaran televisi berita bisnis ini dirancang untuk memulai programnya di awal 2013 ini. Tentunya, Bloomberg Television Indonesia tidak akan secara bebas tersedia di FTA terrestrial, tapi mereka akan mengusahakannya.

Bloomberg Television Indonesia dirancang untuk hadir di pay TV dan juga FTA terrestrial serta internet dan aplikasi bergerak alias mobile apps. Satu-satunya jalan untuk bisa berada di FTA terrestrial adalah dengan menggandeng TV FTA terrestrial yang ada di Indonesia. Seperti yang dilakukan MTV yang menggandeng ANteve kemudian tvG, dan VH1 yang menggandeng beberapa TV lokal di Indonesia, serta nickelodeon yang menggandeng LatiVi kemudian Global TV. Nantinya Bloomberg Television Indonesia harus menggandeng TV yang sudah ada. Karena Bloomberg adalah TV berita bisnis, tentu dua yang terkuat adalah METRO TV dan tvOne, walaupun tentunya bisa juga televisi lain yang digandeng Bloomberg Television Indonesia. Sebaiknya kita tunggu saja kejutan dari Bloomberg yang seharusnya bisa kita saksikan paling lambat bulan Maret, jika merujuk pada pernyataan “pada awal 2013.”

Bloomberg Television Indonesia dirancang untuk menghadirkan berita bisnis terkini internasional dan nasional. Bloomberg Television Indonesia akan menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, namanya saja Bloomberg Television Indonesia. Paket program lokal juga akan tayang di Bloomberg Television Indonesia tentunya berkat kerjasama dengan Idea Group tersebut.

Saat ini persiapan terus dilakukan. Kita bisa menunggu kehadiran Bloomberg Television Indonesia dalam waktu yang mudah-mudahan tidak terlalu lama, jaringan internasional terbaru di Indonesia, yang akan menjadi saluran berita bisnis kedua setelah MNC BUSSINESS. Semoga sukses untuk Bloomberg Television Indonesia, yang nantinya akan dihiasi oleh wajah tenar pemberitaan Indonesia mantan penyiar METRO TV, Tommy Tjokro dan Kania Sutisnawinata.

GAJAYANA TV

GAJAYANA TV, stasiun TV lokal terbaru di Malang Raya. Walaupun baru mengudara selama kurang lebih dua bulan, tapi sudah memberikan kejutan bagi saya. GAJAYANA TV nampak telah begitu siap untuk mengudara dengan standar yang jauh berbeda dengan TV lokal lain yang ada di Malang Raya.

Program-program yang akan ditayangkan di GAJAYANA TV secara umum tidak berbeda jauh dengan TV lokal lain, namun pengemasan GAJAYANA TV nampak jauh berbeda dengan TV lokal lain. GAJAYANA TV saya rasa bisa memberikan warna lain untuk dunia pertelevisian lokal di Malang Raya.

Sederetan program yang akan ditayangkan berfokus pada masyarakat Malang Raya. Nampak program-program yang begitu dekat dengan masyarakat siap dihadirkan. Idenya sangat sederhana, tapi cukup mengena. Masyarakat Malang Raya di luar Kota Malang dikenal begitu agraris, hadir program Budidaya Flora. Perkembangan Kota Malang yang mengarah ke kota modern, nampaknya akan masuk dalam program Citra Kota. Jembatan antara masyarakat dan pemerintah dan juga keakraban penduduk desa, menjadi gambaran yang saya tangkap dari promo program Balai Desa. Program yang dekat dengan anak sekolah, disiapkan dalam Lonceng Sekolah. Banyak lagi program yang lain, semuanya masih berlabel segera, tapi mampu menarik perhatian saya.

Yang juga sangat menarik bagi saya adalah program Dialog Khusus. Program ini disiapkan untuk bersaing dengan program sejenis yang bisa saya bilang tayang pada jam yang kurang menguntungkan (bukan berarti benar-benar kehilangan penonton, hanya jamnya saja yang kurang bagus). Sebut saja program I Love Malang Raya atv yang tayang pada pukul 10.00-12.00 pagi WIB, jam ini bukanlah jam tayang utama. Begitupun Bincang-Bincang di jtv malang, tayang pada pukul 4.30-5.30 siang/sore WIB Selasa dan Jumat, jam ini masih cukup menguntungkan karena jam ini bagian dari primetime lokal. Tapi GAJAYANA TV menyiarkan Dialog Khusus ini pada pukul 8.00-9.00 malam WIB, jam utama, walaupun hanya pada hari Senin. Program ini tentunya akan secara langsung bersaing dengan Apa Kabar Indonesia Malam tvOne.

Sebenarnya atv dahulu memiliki program dialog yang punya jam tayang yang lebih menguntungkan pada pukul 3.30-4.30 siang/sore WIB, Dinamika KWB yang berfokus pada Kota Wisata Batu. Tapi program ini menghilang dan berganti dengan 1001 Malang Raya, program yang tidak jauh berbeda dengan tayangan sejenis di kota lain pada jaringan KOMPASHD, yang menayangkan infomercial yang sangat lokal seperti restoran, hotel, dan beberapa lainnya. Nampaknya KOMPASHD semakin kuat dalam mengintervensi program TV lokalnya, otonomi seakan hilang di jaringan KOMPASHD.

Kembali ke GAJAYANA TV. Televisi yang sudah menguasai frekwensi 28 UHF sejak beberapa tahun terakhir ini mulai mengudara pada pukul 5.30 pagi WIB, menjadi TV murni lokal paling pagi di Malang Raya. DHAMMA TV memulai siaran pada 5.40 pagi WIB, dan Malang TV pada 6.00 pagi WIB, sedangkan ftv pada pukul 9.00 pagi WIB. Namun untuk durasi terpanjang masih dipegang oleh Malang TV dengan 18 jam, berakhir pada pukul 12.00 malam WIB, sedangkan GAJAYANA TV mengakhiri siaran pada pukul 9.30 malam WIB.

Secara teknis GAJAYANA TV sudah baik, terbukti mampu menyiarkan siaran langsung Dialog Khusus dengan gambar yang cukup jernih, setara dengan jtv malang dan Malang TV, di atas atv dan Batu tv, dan jauh di atas DHAMMA TV yang gambar siaran langsungnya buram. Semoga saja GAJAYANA TV mampu mempertahankan program-program yang ada, atau lebih bagus jika lebih berkembang lagi. Selamat mengudara untuk GAJAYANA TV, yang berslogan Bersama Kita Berjaya itu.

Coming Soon: jtv trenggalek

jtv semakin mengukuhkan diri sebagai televisi berjaringan terbaik di Jawa Timur. Jika dicari tulisan terdahulu, saya menulis berbagai jaringan yang dimiliki jtv yang berpusat di Surabaya itu dan juga menuliskan jtv sebagai TV berjaringan terbaik. Kini, jtv menambahkan lagi satu stasiun lokal baru.

Saya tidak mengetahui persis apakah siaran jtv telah tersedia di Trenggalek sebelum ini. Tapi dari akun twitter jtv kediri saya menemukan bahwa jtv kediri sedang membuka lowongan untuk jtv trenggalek yang akan dimulai pada 2013. Surat lamaran untuk lowongan jtv trenggalek itu dikirim ke jtv kediri.

Trenggalek pada zaman penjajahan Belanda termasuk pada Karesidenan Kediri. Plat nomor Trenggalek yang berawalan AG merupakan bukti satunya Trenggalek dengan Kota/Kab. Kediri, Kab. Tulungagung, dan Kota/Kab. Blitar. Namun, dalam urusan geografis, Trenggalek terpisah dari Kab. Kediri dan Kab. Tulungagung. Wilayah Trenggalek “terhalangi” oleh gunung.

Dalam urusan penyiaran, Trenggalek memang terpisah dari saudara-saudara satu karesidenannya. Dalam KM 76/2003 terlihat bahwa Trenggalek memiliki alokasi frekwensi tersendiri, tidak menyatu dengan Kediri. Kondisi Trenggalek tidak jauh berbeda dengan Pacitan yang ada di sebelah baratnya. Pacitan juga memiliki alokasi frekwensi sendiri, tidak menyatu dengan wilayah lain.

Wilayah layanan Kediri sendiri menurut KM 76/2003 meliputi wilayah yang saya sebut di 2 paragraf sebelum ini, ditambah Jombang, dan Nganjuk sebagai batas barat laut wilayah layanan Kediri. Adapun Pare adalah kecamatan terbesar di Kab. Kediri yang awalnya diproyeksikan menjadi pusat pemerintahan Kab. Kediri, tapi saat ini pusat pemerintahan Kab. Kediri tidak berada di Pare. Kecamatan Pare sendiri dikenal dengan Kampung Inggris yang selalu ramai ketika musim libur sekolah/kuliah tiba (untuk televisi yang bisa ditangkap di Pare bisa dibaca pada artikel terdahulu “Dua TV dan Dua Antena yang Berbeda”).

Saya yang sangat mendukung sistem berjaringan sangat senang mendengar kabar berdirinya jtv trenggalek. Semoga dengan hadirnya jtv trenggalek kebutuhan informasi lokal di Trenggalek terpenuhi dengan baik, paling tidak setara dengan standar jtv kediri. Semoga TV-TV Jakarta juga “tersadarkan” dengan progres yang ditunjukkan jtv dalam membangun jaringan-jaringannya, sehingga ke depan tidak hanya berjaringan pada tingkat provinsi, tapi berjaringan di tingkat wilayah layanan.

Issue: BSTV=BERITASATU?

Sedikit terjawab siapakah BSTV yang lolos seleksi TV digital FTA terrestrial itu. Ternyata, memang pemain baru, tapi sudah besar. Malingping 24? Lupakan. Ternyata asalnya dari Jakarta juga.

Mungkin Mb’ Dian sudah jarang memberi komentar di blog ini, tapi saya masih sering berkomunikasi melalui e-mail, berbagi informasi terbaru dari Jakarta. Mb’ Dian kemudian memberikan informasi terbaru yang sebenarnya sudah menjadi kecurigaannya sejak awal.

Dari awal BSTV memenangkan seleksi, Mb’ Dian sudah mencurigai BSTV ini bukan TV lokal Banten, dan sudah menyebut BS dari BSTV sebagai BERITASATU walaupun nama perusahaannya Banten Sinar Dunia. Saya yang cenderung menunggu kabar akhirnya mulai sependapat setelah mendapat informasi terbaru dari Mb’ Dian. Informasi ini berasal dari mereka yang sudah bisa mengakses DVB T-2 di Jakarta, yang tergabung di ForSat. MUX BSTV ini berisi 3 siaran: BERITASATU, MIX, dan BERITASATU test signal.

Sederhananya, BSTV pemenang seleksi TV digital zona 4 (DKI+Banten) adalah BERITASATU (setidaknya begitulah yang [meminjam istilah Syahrini] “terpampang nyata” di layar kaca). Walaupun PFG tidak mengonfirmasi hal ini ketika saya bertanya di twitter, tapi MUX BSTV memang berisi BERITASATU, MIX, dan BERITASATU Test Signal. Tentang launching kemarin, selain JakartaGlobe TV dan Pusat Data Bersatu, mungkin launching BERITASATU baru-baru ini berkaitan dengan BSTV (sekali lagi: MUNGKIN, karena di Jakarta Globe hanya disebut launching saja).

MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru

Di tahun 2013 ini, ternyata MNC TV dan Global TV juga memperbaharui promo program (istilah ini akan saya gunakan seterusnya untuk menggantikan kata “iklan” yang saya gunakan dua tahun ke belakang). Sebenarnya sudah agak lama, tapi saya baru mendapat gambar yang (menurut saya) cukup baik sekarang ini.

Kita mulai dengan MNC TV. Desain promo program ini saya sebut “serpihan” karena banyak elemen kecil bertebaran di layar kita ketika MNC TV menayangkan promo programnya.

Promo program durasi pendek (5″) – MNC TV

20130215 MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru P1

Promo program panjang (30″) – MNC TV

20130215 MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru P2

 

20130215 MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru P3

Sementara itu Global TV juga mengeluarkan desain baru. Tetap dengan warna yang sama seperti yang digunakan sebelumnya, desain kali ini bermain dengan lingkaran.

20130215 MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru P4

20130215 MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru P5

20130215 MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru P6

Sementara untuk desain yang tidak diakhiri dengan logo Global TV, berakhir dengan desain ini

20130215 MNC TV dan Global TV Juga Punya Penampilan Baru P7

 

Bagaimana desain ini menurut teman-teman? Beri nilai pada desain ini di sini (untuk MNC TV) dan di sini (untuk Global TV) sampai 25 Februari 2013 11:59 malam WIB