Issue: MNC-viva?

Menjelang ulang tahun TV-TV di bawah naungan viva–tvOne pada 14 Februari; antv pada 1 Maret–isu “panas” beredar di Jakarta. Isu “panas” itu adalah penjualan viva. Artinya, antv, tvOne, dan portal berita vivanews akan “dilepas” oleh Bakrie.

Isu ini sudah beredar lama. Awalnya bukan MNC, tapi SCTV melalui EMTEK. Isu satu ini baru berlalu beberapa bulan lalu. Tapi pihak Bakrie mengatakan viva tidak sedang dijual walaupun kondisi Bakrie secara keseluruhan sedang tidak “menguntungkan” karena viva adalah penyumbang keuntungan terbesar bagi Bakrie.

Belakangan, setelah MNC dan METRO TV “bercerai” secara politik (tapi hubungan METRO TV dan MNC tetap baik, MNC dan Indovision masih sering pasang iklan di METRO TV), empunya METRO TV, Surya Paloh–menurut beberapa media daring–“membocorkan” keinginan Hary Tanoe untuk membeli tvOne (yang otomatis terkait dengan viva). MNC juga tidak mengelak dengan mengatakan bahwa MNC memang sedang melakukan ekspansi media secara khusus. Namun sekali lagi viva membantah dengan mengatakan bahwa viva tidak sedang dijual.

Tapi dari beberapa media daring yang saya baca sebelum menulis artikel ini, ada Reuters yang mengatakan viva baru saja dilelang dan akan segera diumumkan siapa pemenang lelang viva. Ada 3 peserta: MNC, empunya RCTI, MNC TV, Global TV, SINDO MEDIA, MNC Channels, MNC SkyVision, OkeVision, MNC Networks (Radio Dangdut, Global Radio, Trijaya [yang saat ini sudah masuk ke jajaran SINDO MEDIA dengan nama SINDO RADIO], dan beberapa radio lainnya) serta sejumlah majalah; EMTEK, empunya SCTV, O CHANNEL, INDOSIAR, nexmedia, (dan secara tidak langsung) Elshinta TV, Radio Elshinta; dan CT, empunya TRANS Corp yang memiliki TRANS TV, TRANS 7, dan detikcom. Kalau memang benar, mestinya kita segera tahu siapa yang mendapatkan viva.

Sementara itu, viva berencana untuk mengubah tampilan antv dengan menampilkan promo “wajah baru” dengan menggunakan lagu Viva La Vida dari Coldplay sebagai tema. Mungkin ini untuk menegaskan bahwa antv tetap milik viva dan viva belum akan dijual. Lagi pula, viva belum menikmati keuntungan World Cup 2014 dan Pilpres 2014 juga belum berlalu. Keberadaan antv dan tvOne akan sangat penting bagi Bakrie 2014 nanti dan bahkan mulai sekarang kita juga sudah sering menyaksikan iklannya.

Akankah MNC-viva terjadi (mengingat MNC disebut-sebut sebagai penawar terbesar dalam lelang viva) ataukah akan menjadi isu yang akan segera reda setelah ini? Kita tunggu saja bagaimana kelanjutan dari isu ini. Yang pasti, kalau MNC-viva terjadi (sekali lagi: KALAU, karena semuanya masih belum pasti), maka MNC akan semakin merajai frekwensi FTA terrestrial di Indonesia dengan 5 TV (RCTI, MNC TV, Global TV, antv, dan tvOne) + 1 channel (jaringan SINDOTV)

27 thoughts on “Issue: MNC-viva?

  1. Kalau kata saya, banyak alasan yang memungkinkan Viva dijual Bakrie, nanti saya komen lagi karena saya lagi komen di HP…

    OOT: TVRI punya Station ID baru dan Desain iklan baru…

    Oh ya, Beritasatu mungkin tidak menggunakan kata “TV” karena Beritasatu pakai nama “Beritasatu News Channel”. Nama itu muncul di iklan promo acara Primetime dan Money Report. Selain itu di Mic dan Seragam Beritasatu juga ada.

  2. Padahal dulunya Hary Tanoe bilang mau bikin Global TV jadi TV berita, sekarang jadinya tertarik ke tvOne. Emang sih, kalau Global TV udah susah diganti konsepnya. Tapi kok Bakrie mau ya jual VIVA?

  3. Begini, Dave, kasus penjualan seperti ini bisa dibilang seperti TV lainnya dalam kondisi yang merugikan. Nah, untuk antv dan tvOne ini memang tidak mau lepas dari Bakrie, tapi kalo Bakrie ingin suntikan dana, pasti antv dan tvOne akan membuka diri sekalian atau dilepas sekalian. Seperti Dave balas dulu ketika saya berkomentar tentang Malang TV.

    Walaupun begitu, saya juga punya kasus lain. Siaran B Channel di cntv Medan secara mendadak hilang, yang temui hanyalah testcard. Peristiwa ini bermula pada hari Imlek, hari Minggu (10/2).

    Terima kasih.

  4. Alasan yang memungkinkan Viva dijual Bakrie:
    1. Bakrie kabarnya sedang bersaing dengan Nat Rothschild. Keduanya merupakan pendiri dari Bumi Plc, Induk perusahaan dari Bumi Resources, perusahaan tambang dengan ekspor batubara terbesar di Asia. Nah Nat Rothschild ini ingin menguasai Bumi Plc, nah Bakrie-nya bersaing karena ingin membeli saham Nat Rothschild di Bumi Plc, makanya Bakrie menyediakan uang sebanyak-banyaknya untuk menguasai perusahaan ini.

    2. Kabarnya Banyak hutang Bakrie yang segera jatuh tempo

    3. Kabarnya, di Viva hanya Antv yang kurang menguntungkan sehingga pendapatan Viva kabarnya turun

    Sebenarnya ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya Bakrie dapat lebih bersaing dengan Nat Rothschild, sehingga Batubara Indonesia tidak diambil Asing dan Hutang mereka juga bisa menurun. Negatifnya, ada kesan Monopoli di MNC karena akan menguasai 6 Stasiun TV Nasional dan 18 Stasiun TV Lokal.

    • Masalahnya adalah, calon-calon pembeli VIVA semuanya merupakan pemain lama (Emtek, MNC, CT Corp). Keempat perusahaan ini sudah menjadi perusahaan media terbesar Indonesia (dalam hal ini stasiun TV). Tidak ada pemain baru

  5. aku kemarin liat berita saham di metro tv sahamnya bakrie katanya masih satbil2 adja tuh mas!

    tpi kta narasumber di BEI salah satu perusahaan milil bakrie akan di lepas katanya 🙂

  6. Maaf OOT: Saya pernah baca di JakartaGlobe, pada 7 Februari kemarin, ada tulisan yang artinya itu BeritaSatu News Channel diluncurkan. Pertanyaannya, Kok diluncurkan? Kalau benar diluncurkan, berarti 2 Tahun ini BeritaSatu siaran percobaan dong???

    Lalu BeritaSatu Media Holdings akan meluncurkan Stasiun TV baru lagi, namanya JakartaGlobe TV (Kira-kira mirip dengan MNC Indonesian Channel).

    Lihat saja Dave di link ini: http://www.thejakartaglobe.com/media/beritasatu-media-holdings-starts-new-ventures/570089

    • Iya, barusan saya baca. Memang Lippo ini pingin punya beberapa TV setelah ambil Qtv terus di-re-brand jadi BERITASATU. TV Asia, TV ASEAN, ada beberapa lagi pernah disebut Peter F. Gontha, sekarang ngeluarin JGTV (Jakarta Globe). Cuma ya agak aneh juga BERITASATU di-launch lagi, tapi seingat saya memang waktu awal baru softlaunch, sekarang launching jenis apa lagi saya juga kurang paham

      • Entah apa yang diluncurkan pada 7 Februari kemarin, tapi di Twitternya BeritaSatu TV juga dibilang “Launching @beritasatutv”. Yang pasti, 7 Februari kemarin BeritaSatu meluncurkan Lembaga survei baru namanya Pusat Data Bersatu (PDB).

        Awalnya saya ragu dengan nama “Bersatu”nya karena agak identik dengan BeritaSatu dan saya agak percaya kalau PDB itu punya BeritaSatu, Eh.. bener juga kan punya BeritaSatu

  7. Tapi kalo MNC beli antv dan tvOne, akan sangat bahaya bagi saya. Kan 2014 belum berlalu, apalagi tampilan terbaru bagi antv, dan bahkan saat ini antv juga masih dimiliki oleh Fox International Channels bersamaan dengan tvOne.

    • Ya bisa jadi MNC pingin kerjasama juga dengan FIC dengan beli viva, kan banyak dari FIC masuk ke MNC seperti Liga Inggris, Asia’s Next Top Model, Putusan Akhir ESPN (tapi saya belum tahu masih jalan atau tidak yang Putusan Akhir ESPN itu, atau mungkin diganti program baru dari FOX SPORTS, tayangnya di Global TV). Film-film 20th Century juga lebih banyak ke MNC terutama RCTI
      Tapi pihak viva sudah membantah kok, tidak dijual🙂

  8. Kalo Fox International Channels beli Viva, MNC jadinya gagal untuk beli Viva (ini cuma rekayasa lho, bukan beneran). Nah bagi saya, antv dan tvOne kan pinginnya masih dibawah Bakrie karena Bakrie masih sayang pada antv dan tvOne. Kalo Bakrie pingin butuh dana, antv dan tvOne ini terbuka atau dilepas jadinya.

  9. Dave, ada kabar baru lagi seputar Viva…
    Bakrie sudah batal menjual saham Viva:
    Sumber 1: http://bisnis.liputan6.com/read/516420/hary-tanoe-penjualan-saham-viva-sudah-dihentikan

    Sumber 2: http://www.merdeka.com/uang/hary-tanoe-tvone-dan-antv-batal-dijual.html

    Malahan Pak HT membeli saham Bumi Plc untuk menolong Grup Bakrie di Bumi Plc yang akan mengelar RUPLS pada 21 Februari.

    Perlu diralat untuk komentar saya mengenai alasan kemungkinan Bakrie menjual Viva. Seharusnya saya menulis:

    “Bakrie ingin keluar dari Bumi Plc karena hubungannya yang sudah tidak ‘Harmonis’ lagi dengan Nat Rothschild, pendiri Bumi Plc. Langkah ini mengahruskan Bakrie menyiapkan uang Ratusan Juta Dollar untuk membeli kembali saham Bumi Resources dan 1 perusahaan tambang lagi yang dipegang oleh Bumi Plc.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s