UBTV, Analog atau Digital?

Satu kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan saya ketika pertama kali melihat ada videotron di UB adalah “membingungkan” karena saya rasa aneh memasang sebuah videotron di kampus. Informasi yang ada di videotron juga tak jauh beda dengan yang ada di website UB. Namun ketika Rey menginformasikan tentang UBTV, saya mulai menyangkutpautkan vidoetron itu dengan UBTV.

Meski belum pernah bertemu secara fisik, tapi di facebook, saya dan Rey telah saling mengetahui bahwa kami adalah sesama “penghuni” Universitas Brawijaya. Bedanya, Rey berada di Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (PTIIK), sedangkan saya ada di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Nah, videotron UB ini diletakkan di kawasan Bundaran UB, tepatnya masuk di wilayah PTIIK yang menempati gedung lama Politeknik Negeri Malang. Itulah sebabnya Rey mengetahui lebih dahulu tentang UBTV daripada saya yang ada di FISIP, karena informasi tentang UBTV ini lebih banyak disampaikan di videotron daripada di FISIP sendiri. Bahkan cukup banyak mahasiswa FISIP yang tidak mengetahui tentang segera meluncurnya UBTV ini, dan sebagian besar mahasiswa FISIP masih memiliki pemikiran bahwa FISIP hanya punya UBFM di frekwensi 100.9 MHz, tapi belum tahu jika UBTV pengelolaannya akan diberikan kepada FISIP. Jangankan mengetahui tentang pengelolaan, UBTV saja belum tahu.

Melalui kawasan Bundaran UB, saya mencoba mengamati videotron tersebut. Hampir selama 24 jam, videotron ini dihiasi wajah dari Yohanna, peserta X Factor Indonesia di RCTI. UB mengambil video penampilan Yohanna dari Youtube. Saya sempat terkecoh karena melihat logo RCTI di pojok kiri atas lengkap dengan label LANGSUNG di bawahnya, tapi (walaupun saya belum pernah menonton X Factor Indonesia hingga hari ini) saya merasa aneh RCTI menayangkannya di siang hari dengan label LANGSUNG. Setelah saya amati (lagi), saya menemukan logo UBTV di pojok kanan atas. Saya langsung memahami bahwa videotron ini tetap pada fungsinya untuk UBTV. Yang sedikit saya sesalkan adalah peletakan logonya yang berada di ujung pojok kanan atas, mestinya sedikit ke tengah, karena walaupun mungkin logo itu terlihat di layar videotron, saya yakin logo itu tidak akan nampak di layar TV 4:3, baik layar cembung maupun layar datar.

Di bagian bawah, ada running text yang awalnya tidak terlalu saya perhatikan karena dari awal keberadaannya, running text videotron UB hanya bertuliskan “Uji coba videotron UB” sehingga tidak saya anggap signifikan. Namun, setelah ada informasi dari Rey. Saya sedikit “terkejut” membaca tulisan di running text tersebut, yang berbunyi “Selamat atas turunnya ijin UBTV digital ch51 UHF” (atau mungkin sedikit lebih panjang, saya kurang ingat betul kalimat lengkapnya. Kalau tidak salah dilanjutkan dengan “dari KPID Jawa Timur”).

Bukan kalimat yang pendek atau panjang yang mengejutkan, tapi kata “digital” pada kalimat tersebut. Apakah UBTV mengudara sebagai stasiun TV lokal pertama yang mengudara di frekwensi digital? Apakah ini bukti bahwa siaran digital di Malang Raya sudah dimulai? Ataukah kata ini dipilih sebagai sensasi saja?

Jika benar UBTV mengudara pada frekwensi digital dan bukan analog seperti yang saya tulis sebelumnya, maka saya harus menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya untuk UB (sekali lagi jika benar bersiaran di frekwensi digital). Namun tentunya saya akan bersikap biasa saja jika ternyata masih analog. Saya akan mencoba untuk mencari informasi lebih lanjut tentang frekwensi UBTV ini.

Sementara itu dari rumah saya yang berjarak lebih kurang 8 kilometer tenggara UB, saya belum mendeteksi adanya siaran di frekwensi 51 UHF analog. Hal ini wajar mengingat target pertama UBTV adalah hanya di radius 3 kilometer, yang artinya rumah saya berada di luar jangkauan UBTV. Saya akan mencoba untuk mendeteksi siaran UBTV dari jarak yang tidak lebih dari 3 kilometer dalam waktu dekat ini.

 

Tugu UB di tengah Bundaran UB. Nampak Gedung Rektorat UB di belakangnya. Di lantai tertinggi saat ini (lantai 9) menurut kabar akan menjadi markas UBTV. Foto diambil dari Gazebo depan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB

Tugu UB di tengah Bundaran UB dan Gedung Rektorat UB di belakangnya. Di lantai tertinggi saat ini (lantai 9) menurut kabar akan menjadi markas UBTV. Foto diambil dari Gazebo depan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UB

Tugu UB, di kejauhan nampak videotron UB berada di wilayah PTIIK UB yang bersebrangan dengan FTP UB di sebelah selatan

Tugu UB, di kejauhan nampak videotron UB berada di wilayah PTIIK UB yang bersebrangan dengan FTP UB di sebelah selatan. Foto diambil dari trotoar depan lapangan upacara UB, depan Gedung Rektorat UB

Videotron UB, berada di wilayah PTIIK UB. Saat foto diambil videotron sedang menayangkan penampilan Yohanna di X Factor Indonesia. Nampak gedung hijau yang merupakan gedung Fakultas Kedokteran (FK) UB

Videotron UB, berada di wilayah PTIIK UB. Saat foto diambil videotron sedang menayangkan penampilan Yohanna di X Factor Indonesia. Nampak gedung hijau yang merupakan gedung Fakultas Kedokteran (FK) UB. Foto diambil di ujung selatan Gazebo depan FTP UB

Foto diambil sore hari dari lantai 2 Gedung B FISIP UB. Nampak ujung atap Gedung Rektorat UB, markas UBTV

Foto diambil sore hari dari lantai 2 Gedung B FISIP UB. Nampak ujung atap Gedung Rektorat UB, markas UBTV

Gedung A FISIP UB, yang menurut informasi akan menjadi pengelola UBTV

Gedung A FISIP UB, fakultas yang menurut informasi akan menjadi pengelola UBTV. Di lantai tertinggi gedung ini, lantai 7, merupakan markas UBFM 

Gedung A "fakultas orange/jingga" FISIP UB dan Gedung B setengah jadi FISIP UB

Gedung A “fakultas orange/jingga” FISIP UB dan Gedung B setengah jadi FISIP UB

25 thoughts on “UBTV, Analog atau Digital?

    • Sepertinya begitu. Tapi ada beberapa TV komunitas yang mengudara. Kaka TV Kediri salah satunya, dari STAIN Kediri
      Mmm, mungkin itu “obsesi” dari sekian banyak orang Indonesia yang ingin punya saluran TV sendiri hehe

      • Kalau ngga salah (kalau ngga salah lho) boleh kalau anggota komunitasnya ada di wilayah yang lebih luas dari 3 kilometer. Misal radio komunitas desa dan luas desa itu kira-kira radiusnya 6 km, boleh siaran sampai 6 km. Nah, kan ada juga mahasiswa yang tidak kos, mungkin diizinkan untuk punya jangkauan yang luas

  1. Ya Ampun Dave nama saya bnyk tertulis d artikel ini :)) thanks anyway xD eh ada parkiran PTIIK jga wkwkwk

    Oke, aku jg berpikiran sama apa ini analog atau digital. Karna sampai sekarang d TV.ku blm.ada UBTV. Padahal jarak UB sama rumahku hanya 1,5km. (gak usah mncoba cari tau, saya bakal memberitahu perkembangannya)😀

    Bicara videotron, awalnya ak jga bingung knapa kok itu Yohana mulu, itu bukan acara UBTV.nya tapi itu smacam slides. Jadi stlh acara Yohana, lalu ganti lagi dengan slide lain yg berisi info d UB. Tapi tak ada logo UBTV d sana sepenglihatan saya.

    • Kan Rey yang kasih informasi pertama hehe, terima kasih lho🙂
      Wah deket ya, boleh boleh update juga🙂
      Logo UBTV itu munculnya cuma pas Yohanna itu, lainnya ngga dipasang lagi logonya hehe

  2. Belum punya STB, kalau siarannya digital, jadi ndak bisa nonton tv digital. Kapan ya Malang bagi-bagi STB gratis? Siaran digital di Malang kapan mulai?

  3. Dave, di Wikipedia (CT Channel Bandung), sejak 18 Februari 2013, CT Channel telah siaran B Channel setelah Siaran Percobaan😀

  4. Yah. Jadi kata tmenku itu UBTV adalah station TV digital pertama d malang. Dia liat dari videotronnya UB. Ak blm liat sbenarnya

  5. Memang info dari kominfo, untuk masalah Kick Off tv digital masih menunggu fitur EWS (Early Warning System) dirampungkan pada -setahu saya- STB produksi Indonesia. Proyek tersebut masih dikerjakan BPPT bersama kominfo, dan rencananya akan mulai beredar pertengahan 2013.
    Menunggu RUU Penyiaran yang dibahas DPR terlalu lama, perkembangan teknologi ini (beserta regulasi-regulasi yang menyertainya) akhirnya juga berjalan lambat.

  6. mas, minta ijin pakai foto gedung fisipnya untuk dijadikan WPAP boleh? nanti saya cantumkan nama mas sebagai fotografernya. Gimana mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s