Apa Iya Salah TVnya?

Teringat sekali oleh saya, sekitar akhir Juli 2012, menemani saya sahur, saya secara bergantian menonton TVRI dan RCTI (tapi lebih lama saya nonton TVRI daripada RCTI, karena TVRI iklannya hampir tidak ada) pada pagi hari itu. Adalah Upacara Pembukaan Olimpiade London 2012 yang saya tonton. Menyenangkan sekali, tayangnya kebetulan pas dengan jam sahur, jadi tidak perlu “berkorban” untuk menyaksikan acara itu.

Saya tenang saja menyaksikan acara ini. Acara pembukaan itu memang sangat seru sekali, disiarkan langsung dari kotanya. Tapi kemudian ketenangan saya terusik oleh adegan… Benar, ciuman bibir.

Bagi saya, bukan adegan ciuman bibir itu yang mengganggu. Bukan ciuman bibir yang istimewa, hanya ciuman bibir yang biasa saja. Yang mengganggu ketenangan saya menyaksikan acara itu adalah pikiran saya sendiri tentang dampak ke stasiun TVnya: “ini kan acara yang disiarkan langsung, jelas tidak mungkin diedit, masa iya sih, TVRI sama RCTI bakal kena sanksi dari KPI?”

Ternyata betul, TVRI dan RCTI kena sanksi. Padahal saya rasa ini bukan sesuatu yang penting, okelah penting, karena kebanyakan masyarakat Indonesia masih belum bisa menerima budaya yang satu ini. Tapi yang paling penting kan sebenarnya ini siaran langsung, otomatis tidak semudah itu melakukan editing, kenapa masih kena juga?

Tapi sebenarnya, yang membuat saya membuat tulisan ini adalah karena antv dan tvOne. Saya menulis ini ketika pengundian grup untuk Piala Dunia 2014 di Brazil berlangsung. Kedua TV ini menyiarkan secara langsung pengundian ini, istilah kerennya simulcast. Jelas, standar baku penyiaran internasional yang dipakai, kan ini memang gelaran internasional, seperti Olimpiade London 2012 itu.

Apa yang membuat saya menulis ini? Lagi-lagi jawabannya adalah karena urusan aturan penyiaran di Indonesia. P3SPS melarang eksploitasi tubuh wanita. Banyak film yang kalau belahan dada wanitanya terlihat sedikit saja, sudah kena sensor, di jam tayang program klasifikasi D sekalipun.

Yang namanya film masih bisa disensor, ada editing. Tapi, sekali lagi, bagaimana dengan siaran langsung seperti pengundian grup di Piala Dunia 2014 kali ini?

Pembawa acara wanita, bajunya, bagi saya, biasa saja. Tapi, menurut orang Indonesia pada umumnya, bajunya “luar biasa” sekali. Jadi, sama seperti kasus TVRI dan RCTI tadi, yang membuat saya tidak tenang menonton pengundian ini bukan masalah pakaian atau bagian tubuh yang nampak itu, tapi yang membuat saya tidak tenang menontonnya adalah: “kira-kira nanti antv dan tvOne bakal kena sanksi ngga ya gara-gara mbak pembawa acara yang dari Brazil ini?”

Siaran langsung, apa lagi untuk program non-internal seperti ini, kita tidak akan benar-benar tahu seperti apa alurnya. Terutama adalah kapan kamera berganti dari satu kamera ke kamera lain, itu insidensial sekali. Kalaupun ada alur, sepertinya itu tidak akan menjelaskan secara detil, hanya secara umum saja. Jadi, mana mungkin disensor? Dalam hal pengundian ini, di Indonesia, kita tinggal terima saja dari Brazil, karena yang mengatur ya orang-orang yang di Brazil itu.

Jadi, untuk tayangan langsung berkelas internasional yang semacam ini, pertanyaan saya cuma satu, “masa iya sih, bukan TV kita di Indonesia yang pingin ada tayangan semacam ini, tapi TV kita yang kena sanksi? Apa iya salahnya TV di Indonesia kalau pembawa acaranya berpakaian begitu?”

Pertanyaan itu hanya berlaku untuk siaran langsung lho. Kalau sampai film/video klip/tayangan lain yang bersifat rekaman tidak disensor, ya itu salah TVnya, kan yang semacam ini masih bisa diedit. Ya walaupun menurut saya beberapa aturan terlalu lebay sih, seperti adegan merokok yang harus disensor. Ayolah, merokok kan bukan kejahatan. Pendapatan negara saja masih mengandalkan cukai tembakau. Tapi harus diakui merokok itu mengganggu mereka yang non-perokok sih, jadi ya kesadaran perokoknya aja untuk cari tempat lain untuk merokok. Eh, kenapa jadi ngebahas perokoknya ya? Ini kan lagi ngebahas tayangan TV. Tapi saya setuju sih, akan lebih sehat tanpa rokok.

12 thoughts on “Apa Iya Salah TVnya?

  1. Kasusnya sama seperti The Royal Wedding Pangeran William dan Kate Middleton tahun 2011 lalu, di siaran langsungnya ada adegan ciuman (di sana memang udah tradisi setiap ada Royal Wedding). Waktu itu KPI kasih surat peringatan (aku lupa, ke semua stasiun TV atau cuma yang nayangin aja)
    Aku jadi kepikiran, kalau Malaysia bagaimana ya? Sensornya ketat di sana. Bagian perut aja disensor

  2. Update dari NET. : Mulai 9 Desember – 3 Januari 2014, Indonesia Morning Show (IMS) tayang pada pukul 06:00 – 08:30 WIB, Entertainment News Pagi tayang pada pukul 08:30 WIB – 09:00 WIB, Sarah Sechan tayang pada pukul 09:00 – 10:00 WIB, The Comment tayang pada pukul 10:00 – 11:00 WIB, Jadi NET. 10 tidak ditayangkan sampai 3 Januari 2014. Hari ini, NET. mengudara jam 5 pagi & jam 4 pagi sampai 3 Januari 2014.

  3. Kalo dari aku, mending TV Indo gak usah nayangin acara2 penting Internasional secara langsung biar AMAN. Loh terus kita salahin TV swastanya donk karena mreka gak nayangin acara itu? TIDAK, salahkan KPInya karena dikit2 nglarang ini itu dalam pembawaan acaranya. Otak mereka sempit Dave, gak berpikir jika itu memang sudah (istilahnya) takdir dari apa yang kita dapat dari kelangsungan acara tersebut.

  4. Yang Tinggal di Palembang saya mau nanya di Channel 52 Uhf itu channel apa iya soal nya di palembang Bchannel ada di 52 uhf palembang

  5. Jujur mas Dave, kalau cuman berpakaian begitu saja sudah dilarang, berarti semua masyarakat Indonesia yang melarang itu pola pikirnya udah super-super memprihatinkan… he..he.. kecuali kalau tidak berpakaian atau memang pas ditayangkan pada saat jam anak. Baru saya agak setuju kalau dilarang.
    Mencegah sih boleh.. tapi kalau keterlaluan ya… gimana tuh nasib siaran langsung. Dulu orang jawa saja kalau ke kali cuman pake jarik sebatas atas dada juga wajar..

  6. Update Lagi John : Sekarang B Channel Tersedia di Yogyakarta Lewat Nusa TV Dengan Saluran 56 UHF Tapi Logo B Channel di Pokok Atas Kanan Ditutup Dengan Promo Acara B Channel Yaitu Ladies Nite,Lite Nate Show,dll dan Nusa TV Juga Siaran Lokal Setiap Senin-Jumat Jam 05:00

    • Berarti Di Jogja Nggak Bisa Nonton Cahaya Illahi & Sport Zone, kalau ingin nonton acara tersebut harus ke Semarang atau pakai parabola. Kalau Di Semarang, B Channel juga hadir di TVKU Saluran 49 UHF. Logo B Channel tetap muncul di kanan atas. Siaran Lokalnya setiap hari jam 12.00 & 15.30 WIB. Kalau Di Semarang Nggak Bisa Nonton Meteor Garden 2, Jalan Jajan, Jungle Book, Jungle Beat dan Indonesia Banget, kalau ingin nonton acara tersebut harus ke Jogja atau pakai parabola.

  7. 52 uhf di palembang itu punya mostv/kompas tv sumsel, jaringannya kompas. Siarannya baru ada di sebagian kecil palembang, tapi di Ogan Ilir dan OKI udah tercakup dan lumayan jernih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s