Selamat Datang di Rumah, BiG TV!

Teman-teman yang sudah baca blog saya dari lama pasti tahu saya pelanggan televisi berbayar. Baru-baru ini saya mengganti TV set di rumah saya. Kata dosen saya, TV dan alat elektronik lainnya baik digunakan selama 5 tahun, maksimal 7 tahun (kecuali handphone, maksimal 2 tahun). Sedangkan TV tabung di rumah usianya sudah 8 tahun. Maka beristirahatlah sementara ini si TV tabung dan berganti dengan TV LED. Semua TV yang diproduksi baru-baru ini sudah HD, setidaknya HD ready yang resolusinya 768 itu. Menyesuaikan dengan budget, maka terpilihlah sebuah TV LED 24″ (karena rumah saya kecil jadi tidak perlu sampai 29″ apa lagi 32″) HD ready.

Menarik ketika dulu operator lama menawarkan 10 kanal HD, tapi sekarang hanya tersisa satu: KOMPASHD. Datanglah sebuah operator baru bernama BiG TV. Saya segera memasukkan BiG TV ke kolom penilaian yang saya punya. Kanal-kanal yang saya rasa perlu saya bandingkan ke seluruh pay TV yang ada. Hasilnya, nilai BiG TV lebih besar dari yang lainnya, termasuk sang operator lama yang hasilnya beda tipis (saat itu. Sekarang susunan kanal di paket BiG TV berubah lagi dan makin memperjauh nilai keduanya). Sejak November saya ingin menggunakan BiG TV, tapi selalu tertunda.

Ternyata, tertunda ini ada dampak baiknya. Tiba-tiba BiG TV memberikan promo diskon 50% dari harga sebelumnya, gratis biaya pemasangan dan biaya bergabung pula. Akhirnya, karena kebetulan juga sempat, mendaftarlah saya untuk BiG TV. Dengan 360an ribu untuk 9 bulan ke depan, saya dijanjikan instalasi segera dilakukan dalam 2 atau 3 hari setelah pendaftaran.

Masalahnya, dalam 2 atau 3 hari itu saya sibuk sekali. Akhirnya saya tunda ke hari ke-5. Sialnya, di hari ke-5 itu, dosen saya datang terlambat, mengajar dengan durasi yang (terlalu) panjang, dan alhasil installer yang sudah datang ke kawasan rumah saya (tidak sampai ke rumah saya yang berada di kawasan padat penduduk) pergi setelah 1 jam menunggu saya yang tidak bisa dihubungi karena sinyal di kampus sangat “suram”. Akhirnya, dijadwalkan kembali di hari ke-7 setelah pendaftaran.

Di hari ke-7, hampir saja janjian dengan installer batal, karena saya harus pergi. Janjiannya jam 12, sedangkan jam 3 saya harus pergi, dan installer tidak kunjung sampai di jam 14.30. Tapi saya putuskan untuk menunda pergi saya itu ketika installer baru datang di jam 14.45. Ngga enak saja, “hujan-hujan begini, masa sudah datang dari jauh (ketika saya telpon di awal, mereka sedang ambil alat dari lokasi yang jauh dari rumah saya di kawasan utara Kabupaten Malang, sedangkan rumah saya di Kota Malang bagian agak selatan), saya suruh balik?” Tapi di sisi lain saya khawatir saya akan menunda kepergian saya dalam waktu yang lama karena instalasi itu, apa lagi kondisi hujan, saya berpikir “pasti susah cari sinyalnya”.

Tapi ternyata, mereka (para installer itu) hanya butuh waktu 1 jam. Cepat sekali, kalau dibanding instalasi 2 tahun lalu yang butuh waktu dari siang sampai malam, sekitar 6 jam. Sempat bermasalah dengan HDMI dan TV saya, tapi saya tidak pedulikan itu, karena saya harus pergi. Saya pikir “pasti bisa saya atasi nanti”.

Pulang dari janjian dan dari kantor, saya cek di rumah. Ternyata ID saya sudah aktif! Yeay! Tayangan yang semula hanya berisi preview channel (yang semuanya adalah inhouse channels FiRsT MEDIA), sudah lengkap 202 channel. Segera saya coba HDMI yang tadi sempat gangguan itu. Ternyata TV set saya yang minta di-restart. Tadaaa! Akhirnya dekoder saya berfungsi secara HD (tentu bersama TVnya yang akhirnya bisa menangkap gambar HD, hehehe).

Semua kanal saya cek. Beberapa masih “Coming Soon” seperti NDTV Good Times dan beberapa lainnya. Tapi yang sebenarnya paling mendesak untuk dicek adalah kanal HDnya. Segera saya lihat. Hmmm, bening seperti kristal (lebay ya? Hehe).

Tapi perbandingannya memang sangat jauh antara operator lama dan BiG TV. Saya mencoba membandingkan keduanya menggunakan kanal yang saya rasa sama adilnya, AlJazeera English, karena kedua operator ini punya kanal tersebut. Hasilnya?

Dengan operator lama, gambarnya buram sekali, sedangkan dengan BiG TV, gambarnya jernih. Padahal sama-sama SD. Mungkin, yang membuatnya sangat jauh berbeda adalah karena dekodernya, yang lama pakai kabel RCA, sedangkan BiG TV sudah pakai HDMI. Jelas berbeda jauh dong ya antara RCA dengan HDMI. 576 vs 1080 sih, hehe.

Akhirnya saya coba membuat perbandingan yang lebih adil: masalah sinyal. Keduanya sama-sama menggunakan frekuensi Ku. Artinya, keduanya sebenarnya sama-sama tidak tahan terhadap hujan. Saya tidak terlalu bermasalah dengan itu, sudah dua tahun saya mengalami itu, terutama saat musim hujan. Memang beda jauh dengan frekuensi S seperti yang digunakan Indovision yang dengan cuaca apapun masih tembus, dan saya juga mengalaminya karena di kawasan kantor ada Indovision, atau mungkin frekuensi C seperti TelVis yang juga cukup tahan terhadap hujan. Sekarang bulan Desember, musim hujan, jadi tinggal tunggu momen, alias menunggu hujan.

Akhirnya hujan tiba. Saya kembali beraksi di depan TV (sound effect: ching!) (maaf lebay). Saya mulai dari yang sudah bertengger dari lama. Begitu hujan menjadi lebih deras, sinyal hilang. Saya pindah ke BiG TV, sinyalnya juga hilang. Nah, adil deh, sama-sama hilang.

Tapi yang perlu dicermati adalah proses recovery sinyalnya. Dalam waktu yang tidak terlalu lama setelah curah hujan menurun (alias jadi tidak terlalu deras), sinyal BiG TV segera kembali, sedangkan sinyal operator lama baru tertangkap lagi sekitar 30 detik kemudian. Artinya, sinyal BiG TV memang dipancarkan dengan power lebih kuat sekarang ini. BiG TV menang lagi.

Akhirnya saya cek kembali semua kanal BiG TV. Walaupun SD, tapi gambarnya cukup jernih, malah hampir sama jernihnya dengan yang HD. Jadi kesimpulannya, selama sepekan ini saya pakai BiG TV, cukup memuaskan. Tapi waktu saya dekati TV set saya, ternyata HDnya sedikit kurang tajam, kalau dibandingkan dengan video yang saya putar dari laptop yang juga HD dan pakai kabel HDMI juga. Tapi itu tidak terlalu masalah, toh tetap jernih seperti kristal, jadi ya tetap bisa dinikmati dengan enak.

Sekarang ini saya memang pakai dua operator, tapi tidak masalah, saya hanya perlu membayar yang lama, karena BiG TV sudah dibayar sampai 9 bulan ke depan dengan promo tadi. Saya masih perlu belajar juga untuk membandingkan dua operator yang berbeda ini, biar ilmu saya bertambah. Selamat datang di rumah, BiG TV! Semoga tetap seperti ini sampai ke depannya. TV kabel rasa satelit, hehehe. CHANNEL [V] nya jangan hilang ya, biar ibu saya bisa tetap menikmati musik internasional (karena ketika CHANNEL [V] hilang dari operator yang lama, ibu saya protes ke saya berhari-hari hehehe).

5 thoughts on “Selamat Datang di Rumah, BiG TV!

  1. Gue juga langganan BiG TV, gambarnya emang tajam, kadang malah warnanya terlalu kontras (kalau lihat Metro TV atau logo Indosiar). Wajar, sih. Aku liat website-nya BiG TV, kompresi gambarnya memang di atas rata-rata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s