Selamat Datang, AREMA TV

Sebenarnya soal laporan ini sudah saya terima dari lama, tapi baru saya tulis sekarang, setelah saya memastikan sendiri. Terkuak sudah siapa pemilik color bar di channel 27 UHF analog Malang. Seperti yang saya tulis di judul, AREMA TV.

Menurut saya, yang paling urgent untuk dibahas di awal tulisan ini adalah: siapa pemilik stasiun TV ini? Sejak setahun lalu, mencuat kabar bahwa manajemen AREMA Cronus, tim sepakbola swasta di Malang, ingin memiliki media. Maksudnya tentu adalah media massa, tapi dalam konteks ini, televisi dan radio. Keinginan itu sempat pula didiskusikan dengan K-visiON, televisi berbayar satelit milik Kelompok Kompas Gramedia, tapi sepertinya tidak ditemukan titik temu dalam pembahasan itu.

Setahun berlalu, beredar informasi akan segera hadirnya stasiun TV baru di Malang. Bukan isu, karena memang pemerintah membuka jalur untuk siapapun memperebutkan IPP analog terakhir (katanya) yang dikeluarkan di berbagai daerah di Indonesia. Malang menjadi salah satu wilayah yang mendapat tambahan frekwensi, walaupun entah berapa jumlah frekwensi yang diberikan. Satu hal yang pasti, kini sudah dipakai satu frekwensi yang dulu pernah dipakai oleh STV alias Singosari TV. Channel itu adalah 27 UHF, dengan pemilik saat ini adalah AREMA TV.

Kembali soal pemilik, saya belum tahu pasti siapa sebenarnya pemilik stasiun TV ini, apakah AREMA Cronus yang tim sepakbola itu atau orang lain yang memakai nama AREMA untuk stasiun TV miliknya. Masalah nama perusahaan, yang saya tahu namanya adalah PT Arema Televisi Malang. Menurut penelusuran saya di internet, stasiun TV ini menjadi salah satu peserta EDP di KPID Jawa Timur. Sekedar info, EDP adalah salah satu tahapan untuk bisa mendapat izin siar dari pemerintah melalui KPI(D).

Stasiun TV ini memakai kepala singa sebagai logonya, yang menurut saya, kepala singa ini seperti mencium huruf A. Kepala singa ada di sebelah kanan, dengan ukuran yang lebih besar dari huruf A tersebut. Di bawahnya, ada tulisan AREMA TV. Peletakan logo sendiri ada di pojok kanan atas.

Video di YouTube menunjukkan bahwa AREMA TV sudah mampu memproduksi tayangan dengan rasio 16:9. Sayangnya, peletakan logo terlalu memojok, sehingga jelas logonya akan terpotong di layar televisi. Tapi, tampilan di layar kaca ternyata berbeda. AREMA TV masih bersiaran dengan format 4:3 seperti kebanyakan TV di Indonesia. Dalam siaran uji coba beberapa hari terakhir, logo AREMA TV belum terpasang, sehingga logo AREMA TV hanya tampil di ucapan selamat, seperti yang ada di YouTube.

Keberadaan AREMA TV sendiri sudah saya ketahui sejak pertengahan Mei 2015. Namun demikian, saya belum berani memastikan keberadaannya di layar kaca, sampai pada akhirnya saya menulis tulisan ini. Untuk lokasi kantor dan pemancar, masih saya telusuri lebih lanjut. Siaran uji coba AREMA TV, sejauh pengamatan saya, hanya memutar video clip classic rock dan beberapa video musik lainnya, dengan diselingi ucapan selamat dan Station ID AREMA TV. Kualitas suara masih belum stabil, dan kualitas gambar masih belum bersih seutuhnya. Untuk kualitas sinyal sudah cukup baik.

Tantangan bagi AREMA TV ke depannya, menurut saya, adalah, karena namanya yang mengandung unsur AREMA itu, maka tantangan terbesarnya adalah memenuhi keinginan masyarakat Malang untuk mendapat informasi sedetail-detailnya mengenai AREMA yang tim sepakbola itu. Bukan hal yang sulit jika memang TV ini dimiliki oleh AREMA, tapi jika ternyata TV ini dimiliki oleh swasta, maka si empunya TV haruslah menjaga hubungan baik dengan tim sepakbola itu.

Tantangan lainnya adalah, bagaimana posisi TV ini jika terjadi dualisme? Masalahnya, sepakbola Indonesia sedang kacau, dan bahkan AREMA sendiri sempat pecah jadi dua kubu, sederhananya dulu ada AREMA IPL dan AREMA ISL, bahkan kalau saya tidak salah ingat, AREMA sempat memasuki fase yang lebih parah dengan terpecah menjadi 3 kubu. Jika hal seperti ini terjadi di kemudian hari, posisi AREMA TV akan sangat krusial.

Hal lainnya yang perlu jadi perhatian adalah masalah standard, seperti masalah teknis, tampilan layar, dan lain sebagainya. AREMA TV harus mampu untuk menyaingi banyak TV lain yang sudah mengudara di Malang. Hal lain yang juga menarik perhatian saya adalah hadirnya kembali Citra Malang di frekwensi 105.7 MHz. Melalui twitter, radio ini menyatakan akan kembali dengan format baru. Sebelumnya, radio ini mengudara dengan format radio berita, dan banyak yang menyebut radio ini sebagai SS (Suara Surabaya)-nya Malang. Radio yang bermula sebagai programma 3 RRI Malang dengan nama Citra Pro-3 itu kini akan mengusung format yang lebih “Malangan”. Citra Malang juga menyebutkan bahwa radio ini juga akan banyak mengabarkan perkembangan seputar AREMA Cronus. Menariknya, twitter AREMA TV dan Citra Malang saling terhubung, setidaknya saling mengikuti. Sampai titik ini, saya memiliki asumsi bahwa keduanya (AREMA TV dan Citra Malang) dimiliki oleh seorang pengusaha besar di Malang yang memiliki Radio Citra Malang yang pernah berkantor di sebuah kompleks kantor pengembang PT Anugerah Citra Abadi (ACA) di Jalan Hasanudin 1A. Apakah hal ini benar (keduanya dalam satu pemilikan yang sama), saya belum dapat pastikan lebih lanjut, dan saya hanya bisa menunggu informasi berikutnya yang akan saya gali kemudian.

Tapi, jika ternyata keduanya dimiliki oleh manajemen AREMA Cronus secara langsung, maka bisa kita simpulkan bahwa keinginan manajemen AREMA Cronus telah terwujud. Keinginan untuk memiliki media sendiri dalam bentuk TV dan radio bisa dicapai dalam waktu satu tahun saja. Malahan, mungkin saja AREMA Cronus menjadi tim sepakbola pertama di Indonesia yang memiliki stasiun TV dan radio sendiri yang secara bebas mengudara di terestrial.

Untuk mencari siaran uji coba AREMA TV, pembaca di wilayah Malang bisa mencari dengan sistem manual search di antara DHAMMA TV dan GAJAYANA TV. Disarankan mencari pada siang hari karena uji coba sepertinya tidak dilakukan di malam hari. Sedangkan untuk Radio Citra Malang, bisa langsung dicari pada frekwensi 105.7 MHz dengan kualitas audio yang nampaknya masih dalam tahap penyesuaian. Untuk kualitas sinyal, masih belum benar-benar kuat dan juga belum merata. Menurut informasi, studio radio ini kini berada di daerah Kebon Agung, sebuah daerah yang berada di selatan Kota Malang, masuk wilayah Kec. Pakisaji, Kab. Malang. Untuk lokasi pemancar radio kemungkinan juga berada di studio radio tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s