KOMPAS TV, ktv, dan tvPlus!

Judulnya seperti cinta segitiga ya? Tapi baiklah, sepertinya, ini memang cinta segitiga yang menarik untuk dibahas.

Bagi yang ada di Jabodetabek, ramai dibicarakan “perpindahan” KOMPAS TV dari ktv 28 UHF ke tvPlus! 25 UHF. Kabar ini sempat saya dengar beberapa bulan lalu, setidaknya ketika mendadak tvPlus! beberapa kali menayangkan program KOMPAS TV langsung dari feed, bukan relay satelit umum. Artinya, di layar hanya ada logo tvPlus! tanpa logo KOMPAS TV. Sebatas ini saja sudah menjadi tanda bahwa tvPlus! yang menurut informasi pernah bernama MGS TV sudah berada di tangan Kelompok Kompas Gramedia.

Belakangan, tvPlus! lebih sering menayangkan “produk lama” KOMPAS TV. Ini kembali menjadi tanda, sampai pada akhirnya terungkap sudah: KOMPAS TV pindah ke 25 UHF di ulang tahun ke-4nya. Artinya, jika sebelumnya KOMPAS TV disiarkan melalui ktv yang sempat “digeser” ke Serang, kini berpindah ke tvPlus! yang berasal dari Bogor itu. Tidak sekedar pindah, tapi diubah pula namanya menjadi KOMPAS TV. Hal ini yang unik, karena KOMPAS TV yang sebelumnya dideklarasikan sebagai “content provider”, kini telah resmi menjadi TV berjaringan dengan stasiun TV induk yang “baru”.

Melihat ini, rasanya seperti melihat KOMPAS TV punya “cinta baru” dalam hidupnya. Lantas, bagaimana dengan ktv?

Stasiun TV 28 UHF itu ternyata tidak ditinggalkan oleh KOMPAS TV. Bahkan, ktv disiapkan menjadi “Televisi Referensi” oleh KOMPAS TV. Sekilas pandang melihat promonya di KOMPAS TV, ternyata ktv disiapkan menjadi sebuah TV gaya hidup. Ini mengingatkan saya pada O CHANNEL yang dimiliki oleh EMTEK. Zaman 2006, siapa masyarakat kelas atas Jakarta yang tidak mengenal O CHANNEL sebagai TV yang mengusung konsep “City Centric” itu? Sekarang, tetap City Centric sih, tapi sayangnya cenderung jadi TV konsumtif juga, dengan tayangan O Shop yang bisa dibilang “over duration” itu.

Inilah yang menurut saya unik. KKG berhasil memecah saluran terestrialnya menjadi dua: yang satu adalah TV berita (KOMPAS TV); yang lain lagi adalah saluran gaya hidup (ktv). Dua konsep ini sempat menyatu, setidaknya di tahun-tahun awal KOMPAS TV mengudara. Tentu ini menjadi kado yang sangat manis bagi kelompok usaha yang bisnis intinya, koran KOMPAS, memasuki usia 50 tahun. Sebuah kado yang sungguh sempurna dan mungkin juga mengobati “luka” atas kegagalan TV7 dulu. KKG kembali ke industri pertelevisian, dan dalam waktu singkat bisa memiliki dua saluran terestrial di Jakarta, yaitu KOMPAS TV dan ktv.

Selamat ulang tahun ke-50 untuk Koran KOMPAS, dan ke-4 untuk KOMPAS TV, serta selamat juga atas re-concepting ktv. Semoga menjadi sebuah tanda bahwa KOMPAS terus berjaya di cetak maupun di layar kaca. Tapi satu PR besar menanti KKG: kelompok Tribun yang kini dinilai “turun kasta” karena kontennya. Semoga ini segera diperbaiki dan menjadikan KKG kembali baik di mata masyarakat pecinta KKG. Satu lagi, semoga ktv tidak “over duration” ketika bisnis retailnya dinaikkan ke layar kaca, dalam artian, jangan sampai home shopping merajai konten siaran ktv nantinya.

Stasiun TV Analog Baru di Malang, Sudah Siapkah?

19 Juni 2015, Ongky Denny mengirim tulisan ke wall facebook dan mention ke twitter saya. Ia mengabarkan bahwa terdeteksi siaran analog pada kanal 27 UHF. Saat itu ia melihat ada color bar dengan musik atau lagu Jawa. Karena posisi saya masih di kantor TV saat itu, saya hanya membaca saja. Baru kemudian setelah saya kembali ke kantor radio di Malang (karena saya menginap di kantor radio beberapa hari, menyiapkan segala kebutuhan on-air radio untuk Ramadan ini), saya coba cari siaran yang dimaksud. Ternyata benar, ada color bar di analog 27 UHF malam itu, tapi sudah tanpa suara.

Saya segera membalas tweet Denny. Saya juga belum dapat memastikan transmitter stasiun televisi apa yang menyala di 27 UHF analog itu ketika ditanya. Saya penasaran, apakah ini hasil dari EDP yang baru saja lalu atau yang lainnya.

Menurut informasi yang saya terima, KPID Jawa Timur baru saja menyerahkan IPP kepada empat lembaga penyiaran. Sayang, tidak disebutkan dengan jelas lembaga mana saja yang menerima IPP tersebut, walaupun yang saya dengar akhir-akhir ini banyak sekali radio komunitas di Jawa Timur yang “bergembira” karena izinnya akhirnya turun.

Kalau memang IPP yang keluar dari KPID Jawa Timur itu adalah untuk radio komunitas, maka bisa dipastikan pengguna 27 UHF analog di Malang belum legal. Tapi, kalau memang KPID Jawa Timur sudah menyerahkan IPP kepada pemenang peluang izin siar TV analog baru, maka bisa jadi 27 UHF analog itu adalah salah satu TV analog yang mendapat “restu” dari KPID Jawa TImur.

Sekedar mengingatkan, pemerintah akhir tahun lalu mengumumkan terbukanya peluang penyiaran TV analog baru di Indonesia. Jawa Timur juga menjadi salah satu provinsi yang izinnya dibuka, dengan Malang menjadi wilayah yang izinnya turut diberikan peluangnya. Walaupun tidak disebutkan dengan jelas ada berapa TV baru yang akan diizinkan untuk mengudara di Malang, tapi setidaknya bisa dipastikan warga Malang akan mendapat satu lagi alternatif tayangan, tidak seperti Surabaya yang peluang izinnya tidak dibuka. Padahal, jumlah siaran di Malang lebih banyak daripada Surabaya.

Salah satu televisi dari Jakarta pernah menghubungi saya terkait kondisi geografis untuk lokasi pemancar di Malang Raya. Namun, kabar terakhir mereka mengurungkan niatnya karena kondisi persaingan perizinan yang luar biasa. Dari situ, nampaknya sudah ada pemegang IPP untuk siaran TV analog baru di Malang. Tapi, TV yang mana?

Dulu, ada juga TV lain dari Jakarta yang juga sempat terdengar akan ekspansi ke Malang. Beredar juga isu tentang masuknya TV dari Surabaya yang saat ini sudah mengudara di beberapa kota di Jawa Timur. Sementara itu di facebook, saya baru saja menemukan sebuah akun TV lokal yang secara faktual belum ada di Malang, tapi menyatakan diri siap untuk mengudara dalam waktu dekat. Sebelumnya, beberapa pekan lalu, ada siaran analog terdeteksi di 62 UHF, tapi saya yakini bukan CRTV, karena setting warna siaran analog itu dan setting warna CRTV jauh berbeda. Hanya mengudara 30 menit sekitar jam 11 malam, kemudian menghilang.

TV manakah yang akan mengudara di Malang? Sampai artikel ini saya terbitkan, masih menjadi misteri. Namun, sebagai informasi, ketika saya menulis artikel ini, kanal 27 UHF analog di Malang kembali kosong.

Siaran Lokal TV Berjaringan di Malang—Mei 2015

Jadi ceritanya saya lagi-lagi tidak bisa tidur di dini hari. Alhasil, saya tulis saja artikel untuk blog ini. Artikel ini adalah hasil amatan saya terhadap siaran berjaringan di Malang. Datanya mungkin kurang lengkap, jadi pembaca bisa ikut menambahkan datanya di grup facebook davenirvana1 World, terutama jika berasal dari Malang.

Penulisan sesuai urutan kanal. Label lokal adalah logo yang terpampang saat siaran lokal berlangsung

TRANS TV MALANG/TRANS TV (22 UHF analog)
Waktu siaran lokal: Senin—Jumat 02.00—03.30; setiap hari, adzan Maghrib
Label lokal: TRANS TV MALANG/TRANS TV SURABAYA
Tipe konten: tayang ulang produksi lama yang berkaitan dengan Jawa Timur dengan nama program baru “Pesona Jawa Timur”; adzan Maghrib lokal

rtv Malang/rtv (24 UHF analog)
Waktu siaran lokal: Senin—Jumat 02.00—03.00 dan 04.00—05.00
Label lokal: tidak ada
Tipe konten: program lokal warisan B CHANNEL “Panorama”

DHAMMA TV (26 UHF analog)
TV Lokal

GAJAYANA TV/TV9 Nusantara (28 UHF analog)
Waktu siaran lokal: setiap hari, belum didata lebih lanjut
Label lokal: GAJAYANA TV
Tipe konten: produksi lokal dengan berbagai variasi genre tayangan seperti berita, hiburan, informasi, dan lain-lain

Global TV MALANG/Global TV (30 UHF analog)
Waktu siaran lokal: Senin—Jumat 03.30—04.00; setiap hari, adzan Maghrib
Label lokal: Global TV MALANG
Tipe konten: tayang ulang produksi lama yang berkaitan dengan Jawa Timur dengan nama program baru; adzan Maghrib lokal

atv (32 UHF analog)
TV Lokal

jtv malang/jtv (34 UHF analog)
Waktu siaran lokal: Senin—Jumat 06.00—07.00, 09.00—10.00, 16.00—17.00, 22.00—23.00; Sabtu—Minggu 09.00—10.00; 16.00—17.00
Label lokal: jtv malang
Tipe konten: produksi lokal dengan berbagai variasi genre tayangan seperti berita, hiburan, informasi, dan lain-lain

MNC TV (36 UHF analog)
Waktu siaran lokal: setiap hari, adzan Maghrib
Label lokal: tidak ada
Tipe konten: adzan Maghrib lokal

INDOSIAR (38 UHF analog)
BELUM ADA SIARAN LOKAL

RCTI Malang/RCTI (40 UHF analog)
Waktu siaran lokal: Senin—Jumat 04.15—04.45; setiap hari, adzan Maghrib
Label lokal: RCTI NETWORK JAWA TIMUR
Tipe konten: berita regional “Seputar Jatim” relay RCTI Surabaya; adzan Maghrib lokal

TVRI Malang/TVRI (42 UHF analog)
Waktu siaran lokal: setiap hari 14.00—19.00; insidentil
Label lokal: TVRI JAWA TIMUR
Tipe konten: produksi regional dengan berbagai variasi genre tayangan seperti berita, hiburan, informasi, dan lain-lain relay TVRI Surabaya

antv (44 UHF analog)
BELUM ADA SIARAN LOKAL

SCTV (46 UHF analog)
BELUM ADA SIARAN LOKAL

Batu tv (48 UHF analog)
TV Lokal

Malang TV (50 UHF analog)
TV Lokal

MHTV Malang/iNews TV (52 UHF analog)
Waktu siaran lokal: setiap hari 11.00—22.00 (100% siaran lokal)
Label lokal: MHTV Malang
Tipe konten: produksi lokal dengan berbagai variasi genre tayangan seperti berita, hiburan, informasi, dan lain-lain

tvOne (54 UHF analog)
BELUM ADA SIARAN LOKAL

METRO TV MALANG/METRO TV (55 UHF analog)
Waktu siaran lokal: Senin—Jumat 04.05—05.00, 13.05—14.00
Label lokal: METRO TV JAWA TIMUR
Tipe konten: berita, talkshow, produksi regional relay METRO TV Surabaya

UBTV (56 UHF analog)
TV Komunitas

NET. (58 UHF analog)
BELUM ADA SIARAN LOKAL

TRANS 7 MALANG/TRANS 7 (22 UHF analog)
Waktu siaran lokal: Senin—Jumat 03.00—05.00; setiap hari, adzan Maghrib
Label lokal: TRANS 7 MALANG/TRANS 7 SURABAYA
Tipe konten: tayang ulang produksi lama yang berkaitan dengan Jawa Timur dengan nama program baru “Warna Jawa Timur”; adzan Maghrib lokal

CRTV (62 UHF analog)
TV Lokal

MNC Ganti Logo

Pengunjung blog ini maupun yang kenal saya sejak lama pasti paham kebiasaan saya: patroli TV tengah malam. Untuk yang belum tahu, intinya, saya punya ritual menonton semua channel, sebentar saja, setiap channel mungkin 4 atau 5 detik,  kemudian tidur. Kali ini, saya sudah sangat mengantuk. Saya telusuri semua TV di Malang mulai dari kanal 62 UHF yang kosong karena empunya frekwensi sudah selesai siaran, sampai ke 22 UHF (rencananya).

Kenapa “rencananya”? Jadi begini, saya baru melintasi kanal 38 UHF yang ditempati INDOSIAR, dan berlanjut ke 36 UHF, yang ditempati oleh MNCTV. Sebelum saya menekan tombol di RCU untuk menuju 34 UHF, layar menunjukkan kode produksi “baru” MNC MEDIA. Ya, ternyata logo MNC MEDIA sedikit berubah di kode produksi baru itu, yang terpampang dengan ukuran besar di tengah layar itu, dan membuat layar hampir penuh, dari tulisan italic menjadi tegak. Melihat itu, saya melirik sebelah kiri atas layar, dan ternyata logo MNCTV berubah juga dari italic menjadi tegak.

Kontan saja saya menulis di grup facebook tentang logo baru ini, yang ternyata langsung mendapat respon ramai di sana. Sejurus kemudian saya kembali lagi dengan RCU TV saya, menekan angka 4 dan 0, melihat apa yang terjadi di 40 UHF, dan ternyata benar, logo RCTI juga berubah!

Respon semakin tinggi di grup facebook davenirvana1 World. Ternyata, banyak yang merasa tidak nyaman dengan logo baru RCTI itu. Setelah 25 tahun lebih (hampir 26 malah), pemirsa terbiasa dengan logo RCTI yang miring dan nampak elegan serta luwes itu, kini harus terbiasa dengan logo baru RCTI yang terkesan “kotak” dan kaku, dan otomatis mengubah wajah rajawali yang ada di huruf R itu.

Sontak logo baru RCTI ini menjadi perbincangan hangat di dini hari yang sangat dingin di Malang (sedikit OOT, jarang sekali Malang sedingin saat saya menulis artikel ini). Kalau di grup facebook davenirvana1 World, banyak yang menyesalkan adanya logo baru ini. Tak banyak yang mempermasalahkan logo baru MNCTV, tapi beda urusan dengan RCTI. TV swasta tertua ini memang masih mengudara, tapi “jiwa” dari rajawali di logo baru RCTI yang “sekedar” diubah dari miring jadi tegak itu rasanya hilang seketika. Entah apa makna dari penegakan logo itu, tapi yang pasti, dampaknya akan sangat terasa bagi mereka yang sudah sejak lama menjadi “pengamat” pertelevisian di Indonesia.

Penasaran dengan logo baru MNCTV dan RCTI yang baru diganti tepat pukul 00.00 di 20 Mei 2015 ini? Sila cek layar TV masing-masing. Mengenai makna dari pengubahan logo ini, silakan disimpulkan sendiri, tapi yang pasti bagi saya pribadi, logo RCTI mulai hari ini terasa aneh, “jiwa” rajawalinya hilang, walaupun rajawali itu masih ada di pojok kiri atas layar tapi bagi saya rasanya rajawali itu seakan sedang memperlambat lajunya saat terbang di angkasa. Elegannya hilang, luwesnya hilang, dan terasa begitu kaku.

Anyway, saya bilang di awal kalau saya sudah sangat mengantuk kan? Gara-gara logo baru ini, saya batal mengantuk untuk selama hampir 2 jam di tengah malam ini. Logo baru ini memang sukses mencuri perhatian saya, sampai saya batal beranjak ke pulau kapuk. Tapi, ini sudah jam 2 pagi. Saya sebaiknya lanjut patroli sampai ke 22 UHF, dan lanjut tidur.

TV Lokal di Malang Raya–Updated Mei 2015

Hingga bulan ini masih belum ada perkembangan berarti mengenai TV analog di Malang. Sementara itu dari ranah digital, informasi yang saya terima mengatakan bahwa siaran digital di Malang masih dijalankan oleh MUX METRO TV di kanal 45 UHF. Saya sendiri belum mengonfirmasi hal itu secara mandiri karena saya juga jarang berada di rumah ketika MUX METRO TV mengudara, pada Senin pagi. Sementara 2 MUX lainnya masih tetap tidak mengudara, sehingga, kanal digital di Malang yang bisa dinyatakan aktif hanya 1 MUX.

Dari sisi kerjasama, TV9 NUsantara yang sebelumnya bergabung dengan CRTV di Malang, kini justru bergabung dengan GAJAYANA TV. Adanya kerjasama ini sempat membuat GAJAYANA TV harus berhenti mengudara beberapa hari untuk kemudian mengujicoba peralatan baru untuk merelay siaran TV9 NUsantara. Saat ini, GAJAYANA TV sendiri mendeklarasikan diri kembali dalam status uji coba, serta memindahkan logo ke sebelah kiri, untuk menyesuaikan dengan TV9 NUsantara yang logonya ada di sebelah kanan. Belum ada keterangan mengenai mengapa TV9 NUsantara berpindah ke GAJAYANA TV, tapi secara kasat mata, sinyal GAJAYANA TV memang jauh lebih baik dibanding CRTV. GAJAYANA TV sendiri baru saja pindah kantor, keluar dari kompleks Universitas Gajayana.

Untuk meng-update tentang pertelevisian di Malang Raya, saya sampaikan daftar siaran TV di Malang Raya sampai 14 Mei 2015. Update sebelumnya bisa dibaca di sini. Dalam daftar terbaru ini daftar siaran digital kembali ditulis, sesuai dengan kondisi udara di Malang. Artikel ini juga memuat beberapa koreksi atas kesalahan lokasi pemancar di artikel sebelumnya.

Ini adalah pembagian terbaru versi saya yang berlaku hanya di wilayah Malang saja. Di wilayah lain isi pembagian tentu menjadi berbeda

Alamat: gedung/kompleks (jika ada), jalan (jika ada), dusun/perumahan (jika ada), desa/kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten

TV Murni Lokal

atv (Agropolitan Televisi) – Lembaga Penyiaran Publik Lokal Agropolitan Televisi
Channel: analog 32 UHF
Kantor: Lembaga Penyiaran Publik Lokal Agropolitan Televisi, Kompleks Dinas Informasi, Komunikasi, dan Perpustakaan (Infokompust) Kota Batu, Jl. TVRI 1000, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu
Lokasi pemancar: Lembaga Penyiaran Publik Lokal Agropolitan Televisi, Kompleks Dinas Informasi, Komunikasi, dan Perpustakaan (Infokompust) Kota Batu, Jl. TVRI 1000, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

Malang TV – PT Malteve
Channel: analog 50 UHF
Kantor: Malang TV, Jl. Puncak Joyo Agung, Genting, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: Malang TV, Jl. Puncak Joyo Agung, Genting, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang

CRTV (Citra Raya Televisi) – PT Syiar Media
Channel: analog 62 UHF
Kantor: Ruko Soekarno Hatta Indah E9, Jl. Soekarno Hatta, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: , Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TV Lokal Dengan Kerjasama Konten

Batu tv – PT Batu tv
Channel: analog 48 UHF
Kantor: Griya Coban Rais, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu
Lokasi pemancar: Griya Coban Rais, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu
Kerjasama konten: tempotv (suplai)
Kantor konten: Kompleks KBR 68H, Jl. Utan Kayu 68H, Matraman, Matraman, Kota Jakarta Timur

TV SSJ (Stasiun Sistem Jaringan)

DHAMMA TV – PT Dhamma Joti
Asal: Malang
Stasiun Induk SSJ
Konten lokal: Induk
Durasi lokal: Induk
Channel: analog 26 UHF
Kantor: Ruko Ciliwung, Jl. Ciliwung 57 E, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang
Lokasi pemancar: Gedung Transmisi DHAMMA TV Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

jtv (Jawa Pos Media Televisi) – PT Jawa Pos Media Televisi
Asal: Surabaya
Nama lokal di Malang: jtv malang – PT Jannah Batu Televisi (Malang)
Konten lokal: Malang (produksi lokal) + JPMC (suplai)
Durasi lokal: hingga 180 menit (3 jam)/hari, Sn-Mg
Channel: analog 34 UHF
Kantor konten lokal: Ruko Tlogomas Square, Jl. Raya Tlogomas, Tlogomas, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: Gedung Transmisi jtv Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TV9 NUsantara – PT Dakwah Intimedia
Asal: Surabaya
Nama lokal di Malang: GAJAYANA TV – PT Gajayana Media Karya (Malang)
Konten lokal: Malang (produksi lokal)
Durasi Lokal: belum diamati lebih lanjut
Channel: analog 28 UHF
Kantor konten lokal: Ruko Dinoyo, Jl. MT. Haryono No. 167 Kav 11, Dinoyo, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: , Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TVRI Nasional (nama tidak resmi: TVRI 1) (Televisi Republik Indonesia) – Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: TVRI JAWA TIMUR – Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (Nasional)
Konten lokal: Surabaya (relay)
Durasi lokal: hingga 420 menit (7 jam)/hari, Sn-Mg
Channel: analog VHF-L, analog 42 UHF dan analog 36 UHF (36 UHF tidak aktif lagi)
Kantor konten lokal: TVRI Surabaya, Jl. Mayjen Sungkono 124, Dukuh Pakis, Dukuh Pakis, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: Transmisi TVRI Oro-oro Ombo Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu; TVRI Lawang, Lawang, Kab. Malang (pemancar Lawang (36 UHF) tidak aktif lagi)

RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia) – PT Rajawali Citra Televisi Indonesia
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: RCTI JAWA TIMUR – PT RCTI Tiga (Surabaya)
Konten lokal: Surabaya (relay)
Durasi lokal: hingga 35 menit/hari, Sn-Jm; hingga 5 menit/hari, Sb-Mg
Channel: analog 40 UHF
Kantor konten lokal: Biro MNC Group Jawa Timur, Jalan Sambisari IIIA No. 9, Lontar, Sambikerep, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: Stasiun Transmisi SCTV-RCTI Oro-oro Ombo Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

Global TV – PT Global Informasi Bermutu
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: Global TV Malang – PT GTV Tiga (Surabaya)
Konten lokal: Jakarta (suplai)
Durasi lokal: hingga 5 menit/hari, Sn-Mg
Channel: analog 30 UHF
Kantor konten lokal: Gedung Ario Bimo Sentral, Jalan HR Rasuna Said Blok X-2 Kav. 5, DKI Jakarta
Lokasi pemancar: Stasiun Relay MNC TV Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

MNC TV (Media Nusantara Citra Televisi) – PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: MNC TV Malang – PT TPI Tiga (Surabaya)
Konten lokal: Jakarta (suplai)
Durasi lokal: hingga 5 menit/hari, Sn-Mg
Channel: analog 36 UHF
Kantor konten lokal: Jl. Pintu 2 Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur
Lokasi pemancar: Stasiun Relay MNC TV Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TRANS TV – PT Televisi Transformasi Indonesia
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: TRANS TV MALANG/TRANS TV SURABAYA – PT Trans TV Jayapura Surabaya (Surabaya)
Konten lokal: Surabaya (suplai)
Durasi lokal: hingga 60 menit/hari, Sn-Jm; hingga 10 menit, Sb-Mg
Channel: analog 22 UHF
Kantor konten lokal: Jalan Jimerto 17 A, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: Gedung Transmisi TRANS TV-TRANS 7, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TRANS 7 – PT Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: TRANS 7 MALANG/TRANS 7 SURABAYA – PT Trans 7 Surabaya Manado (Surabaya)
Konten lokal: Surabaya (suplai)
Durasi lokal: hingga 90 menit/hari, Sn-Jm; hingga 10 menit, Sb-Mg
Channel: analog 60 UHF
Kantor konten lokal: Jalan Jimerto 17 A, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: Gedung Transmisi TRANS TV-TRANS 7, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

METRO TV – PT Media Televisi Indonesia
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: METRO TV JAWA TIMUR – PT Media Televisi Lestari Satu (Surabaya)
Konten lokal: Surabaya (relay)
Durasi lokal: higga 120 menit (2 jam)/hari, Sn-Jm
Channel: analog 55 UHF
Kantor konten lokal: Ruko Permata Bintoro, Jl. Ketampon Kav. 118 – 123, Dr. Soetomo, Tegalsari, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: rtv Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

rtv (Rajawali Televisi) – PT Metropolitan Televisindo
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: rtv – PT Nusantara Damai (Malang)
Konten lokal: rtv (Suplai)
Durasi lokal: hingga 60 menit (1 jam)/hari, Sn-Jm
Channel: analog 24 UHF
Kantor konten lokal: rtv, Jakarta
Lokasi pemancar: rtv Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

iNewsTV – PT Sun Televisi Network
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: MHTV Malang – PT Media Hutama Televisi (Malang)
Konten lokal: Malang (produksi lokal)
Durasi lokal: hingga 540 menit (9 jam)/hari, Sn-Mg (saat ini masih 100% lokal)
Channel: analog 52 UHF
Kantor: Ruko De Panorama Square, Jl. A. Yani, Polowijen, Blimbing, Kota Malang
Lokasi pemancar: Pemancar MHTV Malang, Jl. Anggrek 45, Dresel, Oro-Oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TV Nasional

SCTV (Surya Citra Televisi) – PT Surya Citra Televisi (Jakarta)/PT Elang Citra Perkasa (Surabaya)
Channel: analog 46 UHF
Lokasi pemancar: Stasiun Transmisi SCTV-RCTI Oro-oro Ombo Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

INDOSIAR – PT Indosiar Visual Mandiri (Jakarta)/PT Indosiar Surabaya Televisi (Surabaya)
Channel: analog 38 UHF
Lokasi pemancar: Stasiun Pemancar Televisi INDOSIAR Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

antv (Andalas Televisi) – PT Cakrawala Andalas Televisi (Jakarta)
Channel: analog 44 UHF
Lokasi pemancar: Gedung Transmisi jtv Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

tvOne – PT Lativi Media Karya (Jakarta)/PT Lativi Mediakarya Surabaya dan Jambi (Surabaya)
Channel: analog 54 UHF
Lokasi pemancar: Transmisi TVRI Oro-oro Ombo Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

NET. – PT Net Mediatama Indonesia (Jakarta)/PT Televisi Anak Kota Malang (Malang)
Channel: analog 58 UHF
Lokasi pemancar: NET./TV ANAK Spacetoon Malang, Jl. Kebon Apel 16, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TV Komunitas (LPK)

UBTV (Universitas Brawijaya Televisi)
Channel: analog 56 UHF
Kantor: Lantai 3 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: Lantai 9 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Ketawanggede, Lowokwaru, Kota Malang

tvEdukasi SMKN 2 Singosari (tidak terafiliasi dengan tvEdukasi milik Kemdikbud di Jakarta)
Channel: analog __ VHF-H (belum saya teliti lebih lanjut, tidak ada keterangan di internet)
Kantor: SMKN 2 Singosari, Jl. Perusahaan No. 20, Karanglo, Kec. Singosari, Kab. Malang
Lokasi Pemancar: SMKN 2 Singosari, Jl. Perusahaan No. 20, Karanglo, Kec. Singosari, Kab. Malang

Malang Raya Channel Line-Up sampai 14 Mei 2015.
Keterangan:
1. Warna oranye lokasi pemindaian di kawasan Kel. Mergosono, Kec. Kedung Kandang, Kota Malang (+ 426 mdpl, + 16 Km ke arah tenggara dari kawasan pemancar Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu)
2. Warna biru lokasi pemindaian di sekitar kawasan BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso, Kec. Karangploso, Kab. Malang (+ 660 mdpl, + 8 Km ke arah timur dari kawasan pemancar Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu). Saluran berwarna biru dalam daftar ini tidak dapat ditangkap di kawasan Mergosono.
3. Kawasan pemancar Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, + 925 mdpl.

channel table 2015 May

Menanti Siaran Analog Baru di Malang

Cukup sulit untuk mencari data mengenai hal yang satu ini. Sejauh google memandang, hanya ada dua informasi yang saya dapat dan sesuai dengan keinginan saya, yaitu mengenai proses EDP yang saya dapat dari website NU dan KPID Jawa Timur, lainnya adalah mengenai Bintang TV dari Banyuwangi. Sisanya, belum ada kabar lainnya.

Dari website KPID Jawa Timur, disebutkan pada 13—15 Maret 2015 telah ada 22 lembaga penyiaran yang mengikuti Evaluasi Dengar Pendapat. Artinya, jika dihitung secara matematis (dan jika saya tidak salah mengingatnya), ada 3 wilayah layanan penyiaran di Jawa Timur yang tidak dibuka izinnya. Dengan 11 wilayah layanan penyiaran di Jawa Timur, maka hanya ada 8 wilayah layanan siar yang mendapat saluran TV baru, salah satunya Malang Raya. Jika melakukan sistem “pukul rata”, maka setiap wilayah layanan siar akan mendapat sekitar 2 atau 3 stasiun televisi baru, termasuk di Malang. Asumsi ini berlaku ketika 22 lembaga penyiaran ini lolos EDP.

Masih menjadi pertanyaan besar bagi saya lembaga penyiaran apa saja yang ikut, selain Bintang TV dari Banyuwangi. Saya juga masih belum bisa menerka TV apa yang akan mendapat izin siar di Malang, walaupun saya sudah mendengar kabar mengenai nama beberapa stasiun TV yang mengajukan izin untuk mengudara di Malang. Teka-teki yang tentu tidak akan terjawab sampai stasiun TV analog itu sendiri mulai mengudara.

Tentu saya masih harus menyimpan rapat dugaan saya mengenai stasiun TV yang akan mengudara di Malang Raya mulai 2015 ini, walaupun mungkin sebagian sudah bisa menebak, terutama pengguna TV digital yang rajin melakukan pemindaian (scan) beberapa waktu lalu sampai kemudian ada pembatalan izin siar digital. Kalau mau ikut menebak, mungkin pembaca bisa cek tulisan saya mengenai update TV lokal di Malang untuk Februari 2015. Tapi sekali lagi, ini baru dugaan berdasarkan apa yang saya tangkap di Malang dengan perangkat digital beberapa waktu lalu itu. Apakah dugaan saya dan pembaca akan menjadi kenyataan, seperti yang saya sebut sebelumnya, harus kita tunggu sampai TV analog itu mengudara. Melihat proses EDP yang berlangsung pertengahan Maret 2015 dan cepatnya KPID memproses perizinan ini, saya prediksi TV analog baru di Malang akan mulai mengudara sekira bulan April atau Mei 2015 nanti.

Apapun, seperti yang saya sebutkan sebelumnya (lagi), kita biarkan saja waktu yang menjawab TV mana yang berhasil mendapat IPP di Malang Raya. Saran saya, kalau pembaca juga penasaran, rajin-rajin saja lakukan pencarian kanal baru di perangkat televisi yang dipunya. Siapa tahu jadi orang pertama di Malang yang tahu ada kanal baru di Malang Raya ini :)

Agropolitan Televisi Mengudara Lebih Awal per Maret 2015

Seiring dengan semakin berkembangnya konten yang dimiliki atv, kini stasiun televisi yang bermarkas di Jl. TVRI 1000, Kota Batu ini mulai mengudara lebih awal. Jika sebelumnya Lembaga Penyiaran Publik Lokal di bawah naungan Pemerintah Kota Batu ini memulai siaran pada pukul 08.00 WIB, kini atv mengudara mulai 05.30 WIB per 2 Maret 2015.

Secara umum pada hari kerja, program pertama yang disiarkan adalah Bingkai Hati dengan format baru, diteruskan dengan Agropolitan News, Chatzone, Cerita Pagi, I Love Malang Raya, dan Go Public.

Memasuki tengah hari, Agropolitan News Siang menyapa pemirsa, dilanjutkan dengan Dialog siang, Music Clip, Belajar Bareng and Fun, Dialog sore atau program tvEdukasi (tentative), Bingkai Hati, dan Religi Clip + adzan Maghrib Malang Raya dan sekitarnya.

Pada malam hari, Agropolitan News menyapa pemirsa dengan informasi seputar Malang Raya dalam sehari, diteruskan dengan Dialog malam, Go Public, dan Re-Run I Love Malang Raya, atau Sensasi Dangdut, atau Show Musik Spesial (tentative).

Sementara itu pada akhir pekan, berbagai tayangan lainnya siap untuk dinikmati masyarakat Malang Raya. Ada program Sentuhan Hati, Dokumenter, Planet Kampus, Anda Perlu Tahu, Sang Pemenang, Inspirator, Pandan Sari, Enak e Ker, Salam Satu Jiwa, serta berbagai rancangan program lainnya yang tentunya menjadi suguhan tayangan terbaik bagi pemirsa Malang Raya.

Saksikan terus berbagai tayangan menarik untuk pemirsa Malang Raya, setiap hari mulai 05.30–22.00 WIB, hanya di kanal 32 UHF, atv, Inspirasi Malang Raya! :)