Ulang Tahun Emas, Website Diretas

TVRI hari ini berulang tahun ke-50. Selain TVRI, ada juga RCTI yang hari ini juga berusai 23 tahun, dan SCTV yang berusia 22 tahun. Dan karena ini ulang tahun emas, saya ingin “berkonsentrasi” terhadap TVRI. Saya ingin tahu apakah TVRI hari ini akan punya acara ulang tahun atau tidak.

Sebenarnya ada EPG dari TV berbayar. Tapi saya kurang yakin dengan EPG dari TV Indonesia, karena kadang-kadang jadwal dari EPG dan apa yang sedang tayang beberapa kali saya temui tidak cocok. Saya merasa lebih nyaman mencari informasi melalui website TV tersebut, ya walaupun itu bukan jaminan juga.

Dan benar saja. Di ulang tahun emasnya ini, TVRI websitenya diretas oleh mereka yang menyebut dirinya sebagai “penyerang ganda.”

Begitu juga dengan website yang lain

Sementara itu, website streaming dan website digital masih aman (dan semoga tidak ikut diretas juga).

Semoga saja website TVRI ini cepat kembali normal, seperti website INDONESIA TV yang juga pernah diretas.

Advertisements

Dua TV dan Dua Antena yang Berbeda

Tulisan sebelum ini dan tulisan ini saya tulis di Kediri, tepatnya di Pare, salah satu kecamatan besar di Kabupaten Kediri. Di sini ada dua rumah saudara saya. Di dua rumah ini, arah antenanya juga dua. Yang satu mengarah ke Kab. Kediri bagian selatan, yang lain mengarah ke Surabaya. Dengan mengarahkan kedua antena ke arah berbeda, tentunya TV yang didapatkan berbeda. Nah, TV apa saja yang bisa didapatkan di dua rumah saudara saya ini?

Kita mulai dari rumah 2, yaitu rumah kakak saya. Di sini antena mengarah ke Surabaya

Karesidenan Kediri (@ Kec. Pare) Channel Line-Up Antenna to Surabaya 22 Agustus 2012
VHF-L    ?
VHF-H    ?
21 UHF
22 UHF    TRANS TV Surabaya/SSJ TRANS TV Jakarta
23 UHF    Dhoho TV Kediri (L)
24 UHF    antv Surabaya/SSJ antv Jakarta
25 UHF    Global TV transmisi Kediri/SSJ Global TV Jakarta (L)
26 UHF    TVRI JAWA TIMUR (Induk/Surabaya)/SSJ TVRI Nasional
27 UHF
28 UHF    INDOSIAR Surabaya/SSJ INDOSIAR Jakarta
29 UHF
30 UHF    RCTI JAWA TIMUR (Induk/Surabaya)/SSJ RCTI Jakarta
31 UHF
32 UHF    MNC TV Surabaya/SSJ MNC TV Jakarta
33 UHF
34 UHF    SCTV Surabaya/SSJ SCTV Jakarta
35 UHF
36 UHF    SBO TV Surabaya
37 UHF
38 UHF    mntv Surabaya/SSJ tvn Bekasi/SSJ B CHANNEL Jakarta (L)
39 UHF
40 UHF    bctv Surabaya
41 UHF
42 UHF    TV9 Surabaya
43 UHF    BBS TV Kediri (L)
44 UHF
45 UHF    TRANS 7 transmisi Kediri
46 UHF
47 UHF    tvOne transmisi Kediri
48 UHF    arek TELEVISI Surabaya (L)
49 UHF
50 UHF    Global TV transmisi Surabaya/SSJ Global TV Jakarta
51 UHF    INDOSIAR transmisi Kediri (L)
52 UHF    tvOne Surabaya/SSJ tvOne Jakarta
53 UHF    SCTV transmisi Kediri (L)
54 UHF    METRO TV JAWA TIMUR (Induk/Surabaya)/SSJ METRO TV Jakarta
55 UHF    antv transmisi Kediri (L)
56 UHF    TRANS 7 Surabaya/SSJ TRANS 7 Jakarta (L)
57 UHF    RCTI JAWA TIMUR transmisi Kediri/SSJ RCTI Jakarta (L)
58 UHF    TV ANAK Spacetoon Surabaya/SSJ TV ANAK Spacetoon Jakarta
59 UHF    MNC TV transmisi Kediri (L)
60 UHF    jtv Surabaya
61 UHF    jtv kediri/SSJ jtv Surabaya (L)
62 UHF    MHTV Surabaya (L)

Catatan: 1. VHF-L dan VHF-H saya beri tanda tanya, artinya saya tidak tahu apakah ada TV yang bersiaran di frekwensi tersebut; 2. Tidak semua TV sinyalnya bagus. Yang saya beri tanda (L) berarti sinyalnya rendah (low)

Sekarang kita ke rumah 1, rumah kakek saya. Komposisinya seperti ini

Karesidenan Kediri (@ Kec. Pare) Channel Line-Up Antenna to Kediri 22 Agustus 2012
VHF-L
VHF-H    TVRI JAWA TIMUR transmisi Pare/SSJ TVRI Nasional
21 UHF
22 UHF
23 UHF    Dhoho TV Kediri
24 UHF
25 UHF    Global TV transmisi Kediri/SSJ Global TV Jakarta
26 UHF
27 UHF    TV ANAK Spacetoon kediri/SSJ TV ANAK Spacetoon Jakarta (L)
28 UHF
29 UHF
30 UHF    RCTI JAWA TIMUR (Induk/Surabaya)/SSJ RCTI Jakarta (L)
31 UHF
32 UHF    MNC TV Surabaya/SSJ MNC TV Jakarta (L)
33 UHF    kstv Kediri
34 UHF    SCTV Surabaya/SSJ SCTV Jakarta (L)
35 UHF    METRO TV JAWA TIMUR transmisi Kediri/SSJ METRO TV Jakarta
36 UHF
37 UHF    RAJAWALI TV Blitar
38 UHF
39 UHF    DHAMMA TV transmisi Kediri/SSJ DHAMMA TV Malang
40 UHF    bctv Surabaya (L)
41 UHF    TRANS TV transmisi Kediri
42 UHF
43 UHF    BBS TV Kediri
44 UHF
45 UHF    TRANS 7 transmisi Kediri
46 UHF
47 UHF    tvOne transmisi Kediri
48 UHF
49 UHF
50 UHF
51 UHF    INDOSIAR transmisi Kediri
52 UHF
53 UHF    SCTV transmisi Kediri
54 UHF
55 UHF    antv transmisi Kediri
56 UHF
57 UHF    RCTI JAWA TIMUR transmisi Kediri/SSJ RCTI Jakarta
58 UHF    TV ANAK Spacetoon Surabaya/SSJ TV ANAK Spacetoon Jakarta (L)
59 UHF    MNC TV transmisi Kediri
60 UHF    jtv Surabaya (L)
61 UHF    jtv kediri/SSJ jtv Surabaya
62 UHF    MHTV Surabaya (L)

Catatan: Tidak semua TV sinyalnya bagus. Yang saya beri tanda (L) berarti sinyalnya rendah (low)

Entah hanya di rumah kakek saya saja atau bagaimana, tapi saya tidak menemukan TVRI di TV yang antenanya menghadap ke Kediri pada frekuensi UHF. Namun, TVRI memiliki transmisi di Pare pada frekwensi VHF-H. Jika orang kebanyakan menggunakan manual search, kemungkinan besar mereka tidak akan menemukan TVRI karena biasanya orang-orang hanya mencari di frekuensi UHF saja. Tapi TVRI juga memiliki transmisi di Gunung Klotok, dekat Kota Kediri. Transmitter ini menggunakan frekuensi UHF dengan power yang terbatas.

Itulah daftar TV yang ada di dua TV dan dua antena yang berbeda

TV Lokal di Malang yang Ikut Menyiarkan Upacara Pengibaran 17 Agustus 2012

17 Agustus 2012, negara ini sudah memproklamasikan kemerdekaan selama 67 tahun. Seperti biasanya Indonesia menyelenggarakan upacara di Istana Negara. Semua TV Nasional dan TV SSJ Nasional menyiarkan upacara ini. Nah, tentang TV lokal di Malang, TV mana saja yang ikut menyiarkan?

Tahun ini, di Malang ada 3 TV yang ikut menyiarkan upacara ini: Malang TV, Batu tv, dan atv Batu. Dua TV pertama me-relay TVRI Nasional, sedangkan yang lainnya me-relay konten kerjasamanya, KOMPAS. Malang TV menyiarkan secara penuh seperti yang disiarkan TVRI. Batu tv baru bergabung pukul 10.00 WIB, dan atv Batu mengikuti format yang ditetapkan KOMPAS.

Yang sedikit unik adalah Malang TV yang memindah logo dari pojok kanan atas ke kiri, dan menambah tulisan “Relay” di bawah logonya. Padahal tanpa perlu diberi tulisan demikian orang juga mengerti bahwa siaran tersebut adalah relay. Sedangkan Batu tv hanya memindahkan logonya sedikit ke bawah, menyesuaikan dengan tulisan “LANGSUNG” dari TVRI Nasional. Untuk atv Batu, sudah diformat oleh KOMPAS.

Itulah sedikit kabar dari Malang tentang siaran langsung upacara pengibaran bendera 17 Agustus 2012 di Istana Negara yang disiarkan oleh TV lokal di Malang. Merdeka!

TV Lokal di Malang Raya–Updated Agustus 2012

Untuk meng-update tentang pertelevisian di Malang Raya, saya sampaikan daftar siaran TV di Malang Raya sampai 13 Agustus 2012 ini. Update sebelumnya bisa dibaca di sini

Ini adalah pembagian terbaru versi saya yang berlaku hanya di wilayah Malang saja. Di wilayah lain isi pembagian tentu menjadi berbeda

Alamat: gedung/kompleks (jika ada), jalan (jika ada), dusun/perumahan (jika ada), desa/kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten

TV Murni Lokal

Malang TV
Channel: 50 UHF
Kantor: Malang TV, Jl. Puncak Joyo Agung, Genting, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: Malang TV, Jl. Puncak Joyo Agung, Genting, Merjosari, Lowokwaru, Kota Malang

CRTV (Citra Raya Televisi)
Channel: 62 UHF
Kantor: Ruko Soekarno Hatta Indah, Jl. Soekarno Hatta Ruko Soekarno Hatta Indah E9, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

ftv (Family Television)
Channel: 52 UHF
Kantor: ftv, Jl. Raya Ampeldento 5, Ampeldento, Pakis, Kabupaten Malang
Lokasi pemancar: Belum saya ketahui

TV Lokal Dengan Kerjasama Konten

Batu tv
Channel: 48 UHF
Kantor: Griya Coban Rais, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu
Lokasi pemancar: Griya Coban Rais, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu
Kerjasama konten: tempotv (suplai)
Kantor konten: Kompleks KBR 68H, Jl. Utan Kayu 68H, Matraman, Matraman, Kota Jakarta Timur

atv (Agropolitan Televisi)
Channel: 32 UHF
Kantor: Gedung Dinas Informasi, Komunikasi, dan Perpustakaan (Infokompust) Kota Batu, Jl. TVRI 1000, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu
Lokasi pemancar: Gedung Dinas Informasi, Komunikasi, dan Perpustakaan (Infokompust) Kota Batu, Jl. TVRI 1000, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu
Kerjasama konten: KOMPAS (relay)
Kantor konten: Gedung KOMPAS TV, Jl. Palmerah Selatan 1, Palmerah, Palmerah, Kota Jakarta Barat

TV SSJ (Stasiun Sistem Jaringan)

DHAMMA TV
Asal: Malang
Stasiun Induk SSJ
Konten lokal: Induk
Durasi lokal: Induk
Channel: 26 UHF
Kantor konten lokal: Ruko Ciliwung, Jl. Ciliwung 57 E, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

jtv (Jawa Pos Media Televisi)
Asal: Surabaya
Nama lokal di Malang: jtv malang
Konten lokal: Malang (produksi lokal) + JPMC (suplai)
Durasi lokal: hingga 480 menit (8 jam)/hari, Sn-Mg
Channel: 34 UHF
Kantor konten lokal: Soekarno-Hatta Business Center, Jl. Soekarno-Hatta A9 Kav. 24-25, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TVRI Nasional (nama tidak resmi: TVRI 1) (Televisi Republik Indonesia)
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: TVRI JAWA TIMUR
Konten lokal: Surabaya (relay)
Durasi lokal: hingga 420 menit (7 jam)/hari, Sn-Mg
Channel: VHF-L, 42 UHF dan 36 UHF (36 UHF tidak aktif lagi)
Kantor konten lokal: TVRI Surabaya, Jl. Mayjen Sungkono 124, Dukuh Pakis, Dukuh Pakis, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: Transmisi TVRI Oro-oro Ombo Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu; TVRI Lawang, Lawang, Kab. Malang (pemancar Lawang (36 UHF) tidak aktif lagi)

RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: RCTI JAWA TIMUR
Konten lokal: Surabaya (relay)
Durasi lokal: hingga 30 menit/hari, Sn-Jm
Channel: 40 UHF
Kantor konten lokal: Mobile 8 Building, Jl. Kertajaya Indah 79, Manyar Sabrangan, Mulyorejo, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: Stasiun Transmisi SCTV-RCTI Oro-oro Ombo Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

Global TV
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: Global TV
Konten lokal: Global TV Jakarta/MNC News Jakarta (relay)
Durasi lokal: hingga 150 menit (2 jam 30 menit)/hari, Sn-Jm
Channel: 30 UHF
Kantor konten lokal: MNC Plaza, Jl Kebon Sirih Kav 17-19, Kebon Sirih, Menteng, Kota Jakarta Pusat
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

METRO TV
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: METRO TV JAWA TIMUR
Konten lokal: Surabaya (relay)
Durasi lokal: higga 120 menit (2 jam)/hari, Sn-Jm
Channel: 55 UHF
Kantor konten lokal: Ruko Permata Bintoro, Jl. Ketampon Kav. 118 – 123, Dr. Soetomo, Tegalsari, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: METRO TV Malang, Sumbersekar, Dau, Kab. Malang

tvn (Televisi Nusantara)/B CHANNEL
Asal: Bekasi/Jakarta
Nama lokal di Malang: ndtv (Nusantara Damai Televisi)
Konten lokal: tvn (Suplai)
Durasi lokal: hingga 120 menit (2 jam)/hari, Sn-Mg
Channel: 24 UHF
Kantor konten lokal: tvn, Kawasan Industri Jababeka II, Kota Cikarang, Kabupaten Bekasi
Lokasi pemancar: ndtv Malang, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TV ANAK Spacetoon
Asal: Jakarta
Nama lokal di Malang: TV ANAK Spacetoon MALANG
Konten lokal: TV ANAK Spacetoon Surabaya (Suplai)
Durasi lokal: hingga 120 menit (2 jam)/hari, Sb-Mg
Channel: 58 UHF
Kantor konten lokal: TV ANAK Spacetoon Surabaya, Jl. Comal 4, Keputraan, Tegalsari, Kota Surabaya
Lokasi pemancar: TV ANAK Spacetoon Malang, Jl. Kebon Apel 16, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TV Nasional

MNC TV (Media Nusantara Citra Televisi)
Channel: 36 UHF
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

SCTV (Surya Citra Televisi)
Channel: 46 UHF
Lokasi pemancar: Stasiun Transmisi SCTV-RCTI Oro-oro Ombo Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

INDOSIAR
Channel: 38 UHF
Lokasi pemancar: Stasiun Pemancar Televisi INDOSIAR Kota Batu, Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TRANS TV
Channel: 22 UHF
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

TRANS 7
Channel: 60 UHF
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

antv (Andalas Televisi)
Channel: 44 UHF
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

tvOne
Channel: 54 UHF
Lokasi pemancar: Dresel, Oro-oro Ombo, Junrejo, Kota Batu

Malang Raya Channel Line-Up sampai 13 Agustus 2012

VHF-L    TVRI JAWA TIMUR/TVRI Nasional
VHF-H
21 UHF
22 UHF    TRANS TV transmisi Batu
23 UHF
24 UHF    ndtv Malang/SSJ tvn Bekasi/SSJ B CHANNEL Jakarta
25 UHF
26 UHF    DHAMMA TV Malang
27 UHF
28 UHF
29 UHF
30 UHF    Global TV transmisi Batu/SSJ Global TV Jakarta
31 UHF
32 UHF    atv Batu
33 UHF
34 UHF    jtv malang/SSJ jtv Surabaya
35 UHF
36 UHF    MNC TV transmisi Batu
37 UHF
38 UHF    INDOSIAR transmisi Batu
39 UHF
40 UHF    RCTI JAWA TIMUR transmisi Batu/SSJ RCTI Jakarta
41 UHF
42 UHF    TVRI JAWA TIMUR transmisi Batu/SSJ TVRI Nasional
43 UHF
44 UHF    antv transmisi Batu
45 UHF
46 UHF    SCTV transmisi Batu
47 UHF
48 UHF    Batu tv
49 UHF
50 UHF    Malang TV
51 UHF
52 UHF    ftv Malang
53 UHF
54 UHF    tvOne transmisi Batu
55 UHF    METRO TV JAWA TIMUR transmisi Batu/SSJ METRO TV Jakarta
56 UHF
57 UHF
58 UHF    TV ANAK Spacetoon MALANG/SSJ TV ANAK Spacetoon Jakarta
59 UHF
60 UHF    TRANS 7 transmisi Batu
61 UHF
62 UHF    CRTV Malang

Sudah Agustus, TV Lokal di Malang Masih “Anteng”

Sinau Boso Jowo (Belajar Bahasa Jawa): Anteng = Tenang

Saat ini sudah Bulan Agustus. TV Lokal  di Malang masih anteng. Tidak ada keributan yang terjadi di layar kaca. Semua tetap menayangkan program-program reguler.

Ya, bulan Juni kemarin saya mengangkat “keraguan” saya akan jadi tidaknya SAKTI MALANG bersiaran. Saat itu saya tulis bahwa TV di Malang nampak tidak menunjukkan perubahan berarti, sedangkan dari sumber yang saya cantumkan menyebut bahwa SAKTI akan memperluas jaringannya ke Malang pada bulan Juli.

Sekarang keraguan saya terjawab. Ternyata keraguan saya ada benarnya, SAKTI MALANG tidak muncul di Juli kemarin. Sampai saya menerbitkan tulisan ini juga belum muncul. Apakah SAKTI MALANG gagal memenuhi targetnya sendiri atau targetnya diundur tanpa pengumuman, saya tidak tahu. Yang pasti, sampai hari ini, SAKTI MALANG belum muncul.

Ribut BSTV Banten

Tender TV Digital untuk zona 4, 5, 6, 7, dan 15 sudah selesai. Pemenangpun juga sudah didapatkan. Penyanggah juga sudah menyampaikan sanggahannya seperti B Channel Jakarta, RCTI Jakarta, jtv Surabaya, dan beberapa lainnya. Namun yang paling diributkan adalah apa yang terjadi di zona 4 (DKI+Banten): menangnya BSTV.

Menurut informasi yang saya baca di beberapa media daring, BSTV merupakan sebuah TV lokal di Provinsi Banten. Lebih jauh, ijinnya adalah untuk Kecamatan Malingping di Kabupaten Lebak.

BSTV juga mengikuti tender TV Digital untuk Zona 4. Mengejutkan memang ketika kemudian BSTV diumumkan menjadi pemenang tender ini. Mengejutkan untuk saya karena saya belum mendengar nama TV ini. Tapi wajar untuk saya jika belum tahu TV ini, karena saya di Jawa Timur bukan di Banten. Tapi kemudian yang menjadi pertanyaan saya adalah: bagaimana bisa KPID Banten tidak tahu tentang keberadaan BSTV?

Sekali lagi dari media daring, secara singkat saya baca bahwa KPID mengetahui BSTV minta ijin siaran pada 2008, sudah siaran uji coba pada 2008 juga, dan kemudian mendapat IPP Prinsip di 2010-2011 (ada juga yang menyebut April 2012), yang artinya BSTV sudah bisa memulai siaran secara tetap.

Tapi kemudian yang menjadi pertanyaan saya adalah pernyataan ini:

Hanya saja, menurut Muhibudin, Ketua KPID Banten, KPID Banten tidak bisa memastikan apakah BSTV itu sudah melakukan siaran atau belum.

Bagaimana bisa KPID Banten tidak mengetahui apakah BSTV sudah bersiaran atau belum?

Menurut Ketua KPID Banten ini: “Sebab frekuensi yang digunakan oleh BSTV kanal 24 di Malingping, Banten. Jaraknya sekitar 4–5 jam dari Serang, KPID Banten,” ujarnya.

Tugas KPI dan KPID sesungguhnya adalah untuk mengawasi tentang siaran TV dan isi siaran TV. Tapi kemudian ketika KPID Banten ini tidak bisa memastikan apakah sebuah TV yang sudah mengajukan ijin dan mendapat IPP telah melakukan siarannya atau belum, itu menjadi masalah.

Banten bukanlah sebuah provinsi yang begitu luas. Memang lebih luas dari DKI tentu saja tapi bukankah Banten tidak lebih luas dari provinsi lain, Jawa Timur misalnya? Atau yang terdekat, Jawa Barat? Saya yakin infrastruktur di Banten sudah cukup baik sehingga koneksi antar daerah bisa berjalan lancar. Lalu apa susahnya untuk berkendara selama 4-5 jam menuju Malingping dan memastikan apakah BSTV sudah siaran atau belum? Apakah KPI harus terus menunggu laporan dari masyarakat, baru bergerak? Kapan KPI aktif? Bukankah KPI merupakan komisi “superbody” dalam hal pertelevisian? Di mana letak supernya kalau begini?

Mestinya KPID Banten bisa memastikan hal ini dengan mudah. Cukup menginap dua hari di hotel lokal dengan televisi dan antena untuk mengecek frekuensi 24 UHF di Malingping, selesailah urusannya. Jika ada, berarti BSTV telah bertangungjawab dengan permohonan ijinnya. Tapi jika tidak, KPID Banten baru boleh protes, karena mereka punya bukti mereka sendiri.

Sebelum saya menulis di blog ini, jarang sekali orang mengetahui tentang TV lokal di Malang Raya. Setelahnya, semua orang mulai mengenal sedikit. Sekarang sayapun juga tidak tahu TV lokal apa saja yang ada di Malingping ataupun lebih luasnya di Kabupaten Lebak, di mana saja pemancarnya, apakah bisa menangkap siaran dari luar wilayah layanannya, tapi saya yakin untuk wilayah Lebak setidaknya sudah ada 1 TV lokal walaupun bukan dari Malingping, mungkin dari kecamatan lain.

Tapi sekali lagi, bagi saya yang bukan orang Banten, wajar jika tidak mengetahui TV lokal di sana. Tapi bagi KPID Banten yang merupakan pengawas pertelevisian, tidak mengetahui keberadaan sebuah TV lokal di wilayahnya sendiri, Banten, adalah sebuah hal yang harus saya bilang, memalukan.

Mudah-mudahan kita segera punya teman dari Lebak untuk memberi tahu kita TV apa saja yang ada di sana, termasuk bisa memberi tahu apakah memang ada BSTV atau tidak. Jika tidak ada BSTV, bolehlah kita bersama-sama dengan KPID Banten dan TV-TV penyanggah memprotes kemenangan BSTV di Zona 4.

Source:
Tak Pernah Siaran, BSTV Banten Tiba-tiba Menang Tender
KPID Banten pertanyakan keberadaan BSTV
KPI Banten Pertanyakan Kemenangan BSTV
Soal BSTV, Menkominfo Angkat Bicara

Mahakarya Kemegahan Indonesia RCTI 23

Tanggal 24 Agustus nanti RCTI akan memasuki usia 23 tahun. Sebagai stasiun TV swasta pertama di Indonesia, RCTI mencoba untuk terus eksis di dunia pertelevisian Indonesia. Walaupun sinetronnya sempat tidak laku di awal tahun ini dan membuat RCTI kalah saing dengan beberapa TV lain, namun akhirnya RCTI berhasil kembali “merajai” prime time dengan Tukang Bubur Naik Haji The Series. Kira-kira begitulah kondisi RCTI setahun terakhir seperti yang saya baca di website salah satu tabloid Indonesia.

Walaupun baru nanti tanggal 24 berusia 23-nya, namun RCTI memilih tanggal 8 Agustus sebagai hari perayaan ulang tahun ini. Tanggal 24 memang nampak kurang menguntungkan bagi penyelenggaraan acara seperti ini karena tanggal 24 tahun ini masuk dalam kisaran arus balik Lebaran 2012. Ketidakuntungan lainnya adalah bahwa tanggal 24 masih hari kedua masuk kerja jika seorang pegawai tidak mengambil tambahan cuti. Kemungkinan orang akan lebih memilih bersantai di rumah daripada meramaikan acara semacam ini. Pertimbangan lain lagi, tentu saja karena SCTV dan TVRI juga berulang tahun di tanggal yang sama.

Acara ini berlangsung cukup apik namun bagi saya terlalu panjang. Dan satu hal yang menjadi kritikan paling umum yang saya keluarkan adalah tentang ketepatan waktu. Acara bertajuk “Mahakarya Kemegahan Indonesia RCTI 23” ini dimulai pada pukul 7.31 malam WIB, 1 menit terlambat dari jadwal namun itu tidak terlalu menjadi masalah untuk saya.

Acara dimulai dengan sponsor, dan kemudian dibuka dengan bumper serta sambutan Hary Tanoe selaku CEO MNC Group dan ucapan selamat ulang tahun kepada RCTI dari karyawan RCTI sendiri.

Kemudian dilanjutkan dengan penampilan pertama. Tapi sebelum menuju ke penampilan pertama, saya ingin membahas panggungnya dulu.

Panggung acara ini sangat besar, cukup untuk “menyaingi” panggung dari Samudra Karya antv. Dalam hal besar-besaran panggung ini, saya melihat ada kecenderungan persaingan besar panggung pada perayaan ulang tahun tiga televisi: antv, RCTI, dan TRANS Corp. Semua panggung memiliki keunikan masing-masing, sesuai dengan kebutuhan konten yang diisikan pada acara ulang tahun masing-masing TV tersebut.

Kembali ke konten, penampilan pertama adalah Tarian Kolosal Gunungan yang untuk saya sangat luar biasa. Ini adalah pembukaan acara terbaik yang pernah saya lihat sampai saat ini. Tarian kolosal ini murni tradisional, namun dikemas dengan sangat apik. Tariannya juga bagus, musik Gamelan Jawa nya luar biasa. Dan yang menarik, rasanya hampir tidak ada yang “mencibir” pembukaan ini. Semua setuju bahwa pembukaan acara ini luar biasa, terbukti dari tepukan tangan yang luar biasa bergemuruh dan komentar banyak orang di social media yang memberikan apresiasi yang tinggi kepada pembukaan ini.

Selain Tarian Kolosal Gunungan dan Gamelan Jawa, ada juga dalang top Indonesia Ki Manteb Sudarsono yang juga menjadi bagian dari pembukaan acara ini.

Dan setelah narasi dari Ki Manteb Sudarsono inilah, kemudian ditayangkan silsilah dari Pandawa dan Kurawa.

Dan dilanjutkan dengan lagu tradisional dari Jawa yang ditampilkan beberapa penyanyi papan atas Indonesia, salah satunya Ayu Ting Ting.

Sekali lagi, ini adalah opening paling luar biasa yang pernah saya tonton. Untuk saya, dari 0-10, saya memberi nilai 10 untuk opening ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan narasi dari wayang orang yang kocak ini, yang datang dari Solo.

Selanjutnya, tentu saja drama musikal seperti yang biasa ditampilkan RCTI di setiap tahunnya.

Setelah (kalau saya tidak salah 2 adegan), MC muncul.

Setelah itu dilanjutkan dengan adegan berikutnya yang saat itu merupakan kelahiran Kurawa. Ada tarian Kecak di sana, dengan musik yang sudah diaransemen dan ditambah unsur modern. Aransemen ini terasa pas di telinga.

Acara terus berjalan. Segmen 1 berlangsung selama 60 menit, segmen 2 selama 45 menit. Cukup panjang untuk acara besar seperti ini (dalam artian spot iklan di sini lumayan sedikit jika dibandingkan dengan TV lain). Tapi namanya saja drama musikal, tentu drama jika terlalu banyak dipotong iklan, kurang enak juga menontonnya.

Selama pembawaan drama musikal ini, saya menangkap beberapa gangguan seperti mic yang sinyalnya kurang baik sehingga suara pemain putus-putus, terkadang juga ada suara yang bocor dari produser atau floor director dan sebagainya. Ini tentunya membuat ketidaknyamanan dalam menonton. Mestinya ini tidak terjadi karena setahu saya RCTI sudah beberapa kali menyeenggarakan drama musikal live seperti ini.

Yang saya sedikit bingung adalah red carpet yang justru baru muncul pukul 11 malam WIB. Lazimnya red carpet muncul di awal sebelum acara dimulai. Terlihat sekali kalau rekaman, tapi tetap diberi label Langsung.

Secara keseluruhan, dari tengah, setelah opening yang luar biasa itu, kebanyakan orang sudah merasa bosan pada jam kedua atau sekitar menit 120. Ini saya tangkap dari tulisan pengguna jejaring sosial. Yang setia menunggu acara sampai selesai tentu saja fans dari artis yang tampil di segmen belakangan dan saya yang memang mengamati acara ini hehe.

Acara ini berakhir pukul 1.13 pagi WIB, terlambat 28 menit dari jadwal semestinya, 0.45 pagi WIB. Akibatnya, pertandingan antara MU vs Barcelona langsung ditayangkan dari menit ke-9, sementara mereka yang memasang TV berbayar milik MNC masih punya alternatif dengan menonton melalui MNC SPORTS 2.

Secara umum, yang mengagumkan di acara ini hanya openingnya saja. Sisanya terasa biasa saja, cenderung membosankan. Tapi sekali lagi harus saya apresiasi unsur Jawa yang cukup kental dalam acara ini. Bukan karena saya punya darah Jawa, tapi karena ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dan mengangkat kebudayaan Indonesia yang sebetulnya bisa jadi sangat menarik jika pengemasannya tepat, seperti opening acara ini.