Result of (Bukan) PGA 2013

Ingat bahwa saya ingin membuktikan hipotesa bahwa harusnya bukan program-program dari RCTI yang memenangkan PGA 2013 seperti yang dikatakan orang-orang? Nah, kali ini, hasil survey dari teman-teman akan saya beberkan di sini. Bagaimanakah hasilnya?

Program Drama Seri

Tukang Bubur Naik Haji RCTI

68.63%

Tendangan Si Madun MNCTV

3.92%

Si Biang Kerok Cilik SCTV

21.57%

Separuh Aku RCTI

5.88%

Binar, Bening, Berlian RCTI

0%

PGA: Tukang Bubur Naik Haji

 

Program Kuis / Game Show

Tahan Tawa TRANS TV 38.98%
The Biggest Game Show in The World RCTI 20.34%
Kuis Rejeki Ramadhan Sasa TRANS 7 5.08%
Kepo Quiz TRANS 7 18.64%
Raja Gombal TRANS 7 19.95%
PGA: The Biggest Game Show in The World

 

Program Infotainment

Hot Shot SCTV 3.51%
Intens RCTI 10.53%
Halo Selebriti SCTV 3.51%
Insert Investigasi TRANS TV 61.40%
Silet RCTI 21.05%
PGA: Silet

Program Musik

Konser Istimewa SCTV 14.58%
Konser Super Dahsyat RCTI 37.50%
Mega Konser RCTI 10.42%
Hip, Hip, Hura! SCTV 8.33%
Tolak Angin Karnaval SCTV 2012 SCTV 29.17%
PGA: Konser Super Dahsyat

Program Talkshow hiburan

Pas Mantab TRANS 7 15%
Hitam Putih TRANS 7 55.00%
Bukan Empat Mata TRANS 7 11.67%
Sedap Malam RCTI 5%
Show_Imah TRANS TV 13.33%
PGA: Sedap Malam

Pertandingan Olahraga

AFC Kualifikasi SCTV 12.96%
Dragon Fire WCS RCTI 7.41%
SCTV Cup 2012 SCTV 5.56%
CCII (Celebes Cup) TRANS 7 3.70%
Indonesia Super League antv 70.37%
PGA: Dragon Fire WCS

Program Berita

Topik Petang antv 0%
Liputan 6 Petang SCTV 13.33%
Seputar Indonesia RCTI 15%
Kabar Petang tvOne 11.67%
Lintas Siang MNCTV 0%
Buletin Indonesia Siang Global TV 0%
Salam dari Desa TVRI 6.67%
Fokus Pagi INDOSIAR 1.67%
Headline News METRO TV 38.33%
Reportase Sore TRANS TV 3.33%
Redaksi Sore TRANS 7 10%
PGA: Seputar Indonesia

Variety Show

The Hits TRANS TV 18.97%
Eat Bulaga! Indonesia SCTV 37.93%
Dahsyat RCTI 22.41%
Inbox SCTV 10.34%
Gara-Gara Magic TRANS 7 10.34%
PGA: Dahsyat

Reality Show

Take Me Out Indonesia INDOSIAR 20.34%
Jodohku Anang & Ashanty RCTI 5.08%
Termehek-Mehek TRANS TV 0%
Super Trap TRANS TV 61.02%
Pengabdian TRANS TV 13.56%
PGA: Jodohku Anang & Ashanty

Presenter Berita & Informasi

Jeremy Teti SCTV 36.67%
Putra Nababan METRO TV 18.33%
Senandung Nacita SCTV 1.67%
Michael Tjandra RCTI 13.33%
Najwa Shihab METRO TV 30%
PGA: Michael Tjandra

Dari 10 nominasi, hanya 2 yang menunjukkan kesamaan hasil PGA dan survey. Sisanya, “kemenangan” jatuh pada yang lain. Artinya, pada kategori tertentu, RCTI memang unggul, seperti Drama Seri dan Musik. Tapi untuk sisanya, teman-teman di davenirvana1 tidak setuju.

Satu yang ingin saya utarakan, seandainya awarding ini yang diberikan, mungkin penantian Jeremy Teti terbayarkan setelah bertahun-tahun jadi nominasi di PGA, hehehe. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah menyempatkan diri mengisi survey ini 🙂

Advertisements

Percobaan di davenirvana1

Melihat ada tulisan “Test New Page” di sebelah kiri? Yang ketika kursor di sana akan muncul tulisan “Test New Page 1.1”? Dan  ketika digeser ke sana ada lagi “Test New Page 1.1.1”?

Ya, saya memang sedang melakukan sedikit percobaan, karena saya masih seorang penulis blog yang juga belajar membuat blog. Rencananya, akan ada beberapa halaman baru yang harapannya bisa mempermudah teman-teman untuk mencari artikel lama dan juga berbagi info terbaru. Mudah-mudahan bisa segera berjalan mulai bulan Juni ini.

Hal ini saya lakukan karena adanya kritik dan saran dari teman-teman yang masuk melalui twitter di _davenirvana1. Saya rasa saran yang diberikan bisa segera dijalankan. Saat ini saya masih mencoba melakukan saran dari teman-teman, dan saya usahakan bulan Juni bisa berjalan.

Selain itu, saya juga ingin mengucapkan terima kasih (lagi) kepada teman-teman yang sering berkunjung ke blog ini. Saya sedikit terkejut dua tahun yang lalu, ketika saya baru mulai aktif menulis di sini sekitar bulan Agustus atau September 2011, sudah ada beberapa artikel di Wikipedia yang merefrensikan tulisannya ke blog ini. Saya sendiri baru membuat akun di Wikipedia beberapa hari yang lalu ketika teman-teman menginformasikan “tulisan yang menggelikan” di artikel spacetoon Wikipedia bahasa Inggris. Saya “terpaksa” membuat akun Wikipedia demi mengedit “tulisan yang menggelikan” tersebut, karena Wikipedia (mungkin yang bahasa Inggris saja) mensyaratkan demikian (yang mengedit harus memiliki akun di Wikipedia).

Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada siapapun yang menjadikan blog ini sebagai refrensi untuk Wikipedia. Tujuan awal pembuatan blog ini untuk berbagi informasi terus mendekati kenyataan. Informasi yang teman-teman bagikan di sini membantu orang-orang di luar sana mendapatkan informasi tentang pertelevisian, bahkan sampai menjadi refrensi Wikipedia. Suatu kehormatan bahwa blog ini menjadi bagian dari refrensi website terbesar kelima di dunia, dan itu semua bukan karena saya, tapi karena teman-teman yang banyak berbagi informasi.  Saya pada dasarnya hanya membantu mengumpulkan informasi tersebut menjadi artikel baru di sini.

Sekali lagi terima kasih banyak, dan saya tetap menunggu kritik dan sarannya juga 🙂

NET. (Nampaknya) Tidak Miliki Konsep Siaran Berjaringan

Mudah-mudahan yang saya tulis salah. Sampai saya menulis artikel ini, 3 hari sebelum grand launching, saya belum melihat “simulasi” siaran lokal dari NET. yang sudah mulai mengudara sejak 18 Mei 2013. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukan oleh TV ANAK spacetoon dulu. Padahal, saat ini NET. menggunakan warisan spacetoon.

Dulu, walaupun saya jarang menonton secara spesifik, saya mengetahui spacetoon memiliki siaran lokal. Komitmen kelokalan ini juga ditunjukkan dengan penayangan adzan Maghrib sesuai wilayah dan pemotongan adzan Maghrib di wilayah lain ketika Jakarta memasuki waktu salat Maghrib. Bahkan, sekalipun sedang me-relay siaran dari Jakarta, di tiap wilayah tetap dibubuhkan nama daerah utama wilayah tersebut (TV ANAK spacetoon MALANG walaupun pemancarnya di Kota Batu, misalnya).

Sejak diambil alih oleh NET., tidak ada lagi siaran lokal. Adzan Maghrib di lokal Kota Malang juga tidak ada, dan adzan Jakarta malah terdengar sampai Malang. Label nama kota pun hilang dari layar.

Informasi terbaru dari teman-teman juga membuat saya sedikit bingung. ALAM TV di Bali kini menghilangkan logonya dan akhirnya hanya logo NET. yang terpampang di layar kaca. Informasi terakhir malah seakan mengindikasi saya bahwa ALAM TV Bali akan menjadi bagian dari NET. secara utuh, tapi mudah-mudahan apa yang saya perkirakan ini salah.

Sekali lagi mudah-mudahan apa yang saya tulis ini salah. Mudah-mudahan setelah grand launching berlalu, NET. mulai menyiarkan siaran lokal. Kalau pun memang akhirnya tidak ada siaran lokal, saya berharap NET. segera menyiapkan siaran lokal, karena namanya saja NET, mestinya bisa melakukan siaran berjaringan alias NETworking broadcast.

Debat Pemilukada Kota Malang Disiarkan 5 Stasiun TV di Malang Raya

Kota Malang tahun ini sedang menjalani tahun politik. Para calon walikota dan wakil walikota aktif berkampanye di lapangan maupun di media. Seperti biasa, di hari terakhir kampanye, ada debat kandidat.

Debat kandidat dilangsungkan di hall salah satu hotel di Kota Malang, yang sejak awal ditunjuk KPUD Kota Malang untuk berbagai rangkaian kegiatan seperti pengambilan nomor urut cawali/cawawali. Debat berlangsung pada hari Minggu 19 Mei 2013 malam yang merupakan hari terakhir masa kampanye. Sebagai stasiun TV lokal setingkat provinsi, jtv Surabaya yang memproklamirkan diri menjadi TV Pemilukada Jawa Timur menyiarkan debat kandidat itu.

Tidak sendirian, debat ini juga disiarkan di 4 TV lokal yang ada di Kota Malang. Keempat televisi itu adalah Malang TV, CRTV, ftv,dan GAJAYANA TV. CRTV dan GAJAYANA TV adalah stasiun televisi yang cukup berfokus pada pemilukada. CRTV sering mempromosikan pemilukada, sedangkan GAJAYANA TV memproklamirkan diri sebagai Channel Pemilukada. Adapun Malang TV juga banyak terlibat dalam meliput kegiatan para calon kandidat, sementara ftv tidak terlalu banyak terdengar gaungnya, seperti biasa.

Sementara itu DHAMMA TV tidak mengikuti penyiaran debat kandidat ini. Adapun dua stasiun TV dari Kota Batu yaitu atv dan Batu tv juga tidak ikut menyiarkan debat pemilukada ini. DHAMMA TV dan Batu tv menyiarkan programnya sendiri, sementara atv menyiarkan program dari KOMPAS, seperti biasa.

Logo jtv Surabaya ada di kiri, sedangkan logo keempat TV lokal Malang Raya yang ikut menyiarkan debat ini ada di kanan. Semuanya memasang logonya kecuali ftv. Nampaknya ftv memang tidak memiliki peralatan yang memadai untuk siaran relay, karena setiap melakukan relay ke manapun, logo ftv tidak pernah muncul. Hal ini menyebabkan jtv Surabaya di Malang seakan mengudara di dua frekuensi.

Secara keseluruhan debat berjalan lancar. Siaran jtv Surabaya juga lancar. Sementara relay juga berjalan dengan baik. Semoga pemilukada berjalan dengan baik nantinya, dan keenam calon walikota/wakil walikota (4 politik, 2 independen) bisa menerima hasil dari pemilukada 23 Mei 2013 nanti. Terima kasih untuk jtv Surabaya, Malang TV, CRTV Malang, ftv Malang, dan GAJAYANA TV Malang yang telah menyiarkan debat ini.

Tentang Rasio Layar

Sekarang ini teman-teman sedang ramai sekali membicarakan NET., sebuah stasiun TV yang menggantikan TV ANAK spacetoon di FTA terestrial dan FTA satelit Palapa. Tidak hanya itu saja, teman-teman juga banyak membicarakan tentang rasio layar. NET. bersiaran dengan gambar definisi tinggi atau yang lebih dikenal sebagai HD dengan rasio 16:9, sedangkan infrastruktur NET. yang merupakan warisan dari TV ANAK spacetoon masih bersifat definisi standar atau SD. Pesawat televisi masyarakat Indonesia kebanyakan juga masih TV kotak yang memiliki rasio 4:3.

Nah, dibanding KOMPASHD dan BERITASATU yang memilih 4:3 stretch, NET. memilih 4:3 safe area, yang menghasilkan gambar yang terpotong di layar. Saya mengusulkan 14:9, ada juga teman yang mengusulkan 4:3 stretch. Nah, kemudian ada yang bingung maksudnya seperti apa. Saya ingin membagikan apa yang saya ketahui. Teman-teman boleh mengoreksi ilustrasi yang saya berikan di sini.

Ilustrasi ini saya ambil dari siaran NET. Saya mulai dari 16:9, format gambar yang asli.

20130519 Tentang Rasio Layar P01

Berikutnya adalah rasio 4:3 safe area. Kotak orange menunjukkan bagaimana gambar terlihat di layar TV di rumah saya. Kotak orange ini bisa berbeda-beda tergantung pesawat televisi yang digunakan, tapi biasanya tidak berbeda terlalu jauh. Sementara itu dari kotak orange sampai pillar box adalah wilayah gambar yang terbuang jika menggunakan TV tabung, kecuali jika menggunakan layar komputer baik yang tabung maupun yang datar/LCD/LED yang rasionya juga 4:3.

20130519 Tentang Rasio Layar P02

 

Dengan 4:3 safe area, banner breakout sedikit terpotong, huruf B tidak terbaca. Huruf P dalam tulisan “SIARAN PERCOBAAN” juga tidak nampak, dan sebagian huruf T tidak nampak, begitupun titik di logo NET..

Berikutnya, rasio 14:9

20130519 Tentang Rasio Layar P03

Dengan rasio 14:9 ini, tidak ada desain yang terpotong. Tulisan BREAKOUT jadi lengkap, tulisan SIARAN PERCOBAAN juga terlihat lengkap, logo NET. juga tidak terpotong. Tapi, jika kita menggunakan layar komputer yang dihubungkan dengan TV tuner, maka tulisan HD akan terlihat. Di layar TV saya juga akan nampak sedikit kotak dari tulisan HD itu. Yang sedikit mencolok di layar 14:9 nanti adalah akan ada letter box tipis yang muncul di layar, karena memang gambarnya “mengecil”. Format ini banyak dipakai oleh channel SD dari luar negeri yang juga HD, sementara di Indonesia rasio ini belum banyak diadopsi, kadang TRANS TV menggunakan rasio ini ketika menyiarkan La Liga Spanyol seperti yang pernah saya tulis dulu.

Selanjutnya, 4:3 stretch

20130519 Tentang Rasio Layar P04

Format ini adalah “pemaksaan” gambar 16:9 masuk ke 4:3 secara full. Hasilnya, di TV yang rasionya 4:3, gambar akan menjadi “lonjong” seperti ilustrasi yang saya buat di atas. Format seperti ini dipakai oleh BERITASATU dan KOMPASSD. Untuk BERITASATU dan KOMPASSD juga bisa dilihat di tulisan-tulisan terdahulu.

Terakhir, 16:9 normal dalam 4:3

20130519 Tentang Rasio Layar P05

 

Semuanya terlihat normal, menghasilkan letter box yang tebal di atas dan bawah. Format ini sering dipakai TRANS TV ketika menyiarkan Bioskop Indonesia, dan juga oleh INDOSIAR ketika menyiarkan Liga Jerman, dan banyak lagi stasiun TV lain yang juga menggunakan rasio ini. Secara umum memang format rasio ini yang sering digunakan stasiun TV di Indonesia. B CHANNEL ketika menyiarkan Liga Prancis juga menggunakan rasio ini.

Ini yang ingin saya bagikan ke teman-teman, bukan bermaksud mengajari, tetapi berbagi apa yang saya ketahui. Sekali lagi teman-teman boleh mengoreksi jika saya salah menjelaskannya 🙂

 

Hari Pertama, NET Gunakan Safe Area 4:3

NET. akhirnya mengudara dengan menghilangkan sama sekali jejak dari spacetoon mulai Sabtu 18 Mei 2013 ini. Logo TV ANAK spacetoon di kiri menghilang, berganti dengan logo NET. di kanan. Yang ada di kiri kini adalah tulisan “SIARAN PERCOBAAN” dengan animasi pancaran sinyal.

Kita sudah mengetahui NET. bersiaran dengan format HD 16:9, sedangkan infrastruktur yang dimiliki saat ini merupakan semua aset “mantan” spacetoon yang bersiaran pada format SD 4:3. Ternyata, NET. meneruskan format penyiaran SD 4:3 tersebut dengan mengambil safe area 4:3, seperti yang beberapa teman perkirakan di sini. Namun, perkiraan saya juga terjadi.

Seperti yang saya tulis sebelumnya di artikel tentang NET., desain yang digunakan NET. terpotong di kiri dan kanannya. Bahkan logonya saja terpotong, titik di logo NET. tidak nampak, bahkan huruf T di logo NET hanya terlihat separuhnya saja.

Saat saya menulis ini sedang tayang NET 12. Banner NET ini menampilkan jam. Sayang jamnya terpotong, di televisi yang saya gunakan hanya terlihat menit dan detiknya, jamnya tidak. Di set televisi yang lebih jadul lagi mungkin hanya terlihat detiknya saja, dan logo yang terlihat hanya “NE” tanpa huruf T dan titik.

Dari uji cobanya hari ini, mudah-mudahan format dimensi siaran NET. diubah jadi 14:9, seperti ketika TRANS TV menyiarkan Liga Spanyol. Dengan begitu, desain NET. tidak akan terlihat aneh karena terpotong. Solusi lain yang mungkin bisa dipakai adalah melakukan sedikit lagi pengubahan desain sehingga tidak ada yang terpotong ketika tampil di televisi berdimensi 4:3.

Sedikit tambahan: di pojok kanan bawah, nampaknya ada klasifikasi program. Begitu tipis, hingga hampir tidak nampak

Ke Mana Bloomberg TV INDONESIA?

Saat saya menulis tulisan ini, sudah tanggal 17 Mei. Bloomberg TV INDONESIA yang dikabarkan mengudara mulai 2 Mei 2013 belum terdengar hingar bingarnya sampai saat ini. Ke manakah perginya?

Dari informasi awal, Bloomberg TV INDONESIA akan mengudara melalui TVRI 2 dan beberapa TV berbayar. Sampai saat ini Bloomberg TV INDONESIA di satelit hanya terdeteksi di Palapa D, ini artinya Bloomberg TV INDONESIA masih belum masuk ke TV berbayar manapun. Sebagai stasiun TV yang katanya HD, siaran Bloomberg TV INDONESIA yang terdeteksi ini justru hanya sekelas MPEG2.

Sampai tulisan ini saya terbitkan, belum tercium tanda-tanda Bloomberg TV INDONESIA akan mengudara. Apa yang sesungguhnya terjadi pada Bloomberg TV INDONESIA? Mengapa sampai mundur selama ini?